
MANADO, Humas Polda Sulut – Polres Sangihe belum lama ini adakan tes psikologi kepada sejumlah personel perwira dan bintara yang memegang senjata api (senpi) dinas.
Tes tersebut dilakukan guna memeriksa kondisi kejiwaan pemegang senpi, sebagai langkah antisipasi terjadinya penyalahgunaan senpi untuk membunuh orang lain maupun bunuh diri, seperti yang terjadi dibeberapa daerah di Indonesia.
“Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang tidak diinginkan,” ujar Kabag Sumda Polres Sangihe Kompol Danny R. Palit. Kondisi kejiwaan, lanjutnya, bisa berubah kapan saja. “Contohnya ketika seseorang sedang mempunyai permasalahan, bisa saja kondisi psikologisnya berubah,” katanya.
Ditegaskan Kabag Sumda, selama ini personel di jajaran Polres Sangihe yang memegang senpi selalu melalui proses tes psikologi. “Bagi personel yang akan memegang senpi, diwajibkan mengikuti tes psikologi. Jika tidak (mengikuti tes) maka tidak akan diberikan ijin,” pungkasnya.
