Humas, Polda Sulut – Senin (13/06) Gencarnya Presiden Filipina Rodrigo Duterte memberantas kejahatan serta melenyapkan kelompok teroris Abu Sayyaf di wilayahnya, membuat Polda Sulut merasa was-was. Untuk menangkal masuknya teroris hijrah ke Sulut, pihak Polda Sulut makin gencar melakukan patrol rutin dan memperketat wilayah perbatasan. hal itu diungkapkan Kapolda Sulut Brigjen Pol Drs. Wilmar Marpaung, melalui juru bicaranya AKBP Wilson Damanik SH.
Menurut Kabid Humas AKBP Wilson Damanik, SH saat ini Pihak Polda Sulut, sedang melakukan giat operasi di wilayah perbatasan, mengingat Sulut berbatasan langsung dengan Filipina.
Daerah kita kan berbatasan langsung dengan Filipina. Takutnya. Disaat pemerintah Filipina melakukan serangan ke Kelompok Abu Sayyaf, mereka lari ke sini. Karena itu kami perketat wilayah perbatasan,” ujar Damanik. Selain melakukan patroli dilaut. Patroli darat juga dilakukan untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan.
Sampai ke jalan-jalan tikus kami sisir. Ini untuk keamanan dan kenyamanan masyarakat,” jelasnya. Lanjut Damanik, pihak pemerintah juga harus terlibat, dan bersinergi dengan kepolisian dalam menekan angka keriminalitas dan terorisme.
Harus bersinergi, dari Bupati/Walikota hingga ke kepala lingkungan. Aktifkan siskamling, dan wajib lapor 1X24 jam harus diberlakukan bagi warga pendatang. Semua ini untuk ketentraman dan kenyamanan kita semua,” imbuhnya.
