MANADO, Humas Polda Sulut – Seorang remaja pria, JEP alias Jun (14), ditemukan tewas diduga kuat gantung diri, di rumah keluarganya, Desa Sarani, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa, Rabu (30/10/2019), sekitar pukul 17.00 WITA.

MANADO, Humas Polda Sulut – Seorang remaja pria, JEP alias Jun (14), ditemukan tewas diduga kuat gantung diri, di rumah keluarganya, Desa Sarani, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa, Rabu (30/10/2019), sekitar pukul 17.00 WITA.

Mendapat informasi tersebut, Kapolsek Tombariri Iptu James Raka bersama anggota langsung mendatangi dan melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), serta mengumpulkan keterangan dari para saksi.

Kakek korban, VB alias Veki menuturkan, ia dan korban setiap hari bekerja bersama di tempat pengolahan kopra. Sekitar pukul 16.00 WITA, ia dan korban masih beraktifitas seperti biasanya.

Ketika turun hujan deras, Veki menyuruh korban pulang untuk menampung air. Setelah menampung air, korban kembali ke tempat mereka bekerja dalam keadaan basah kuyup.

Melihat hal ini, Veki kembali menyuruh korban pulang untuk ganti baju dan mengunci pintu rumah. Namun setelah beberapa saat korban tak kunjung kembali ke tempat pengolahan kopra.

Veki dan istrinya lalu pulang ke rumah mereka yang berjarak sekitar 500 meter dari tempat pembuatan kopra. Dan ketika tiba di rumah, keduanya mendapati sang cucu sudah tergantung pada seutas tali plastik yang terikat di kusen.

Sontak, Veki dan istrinya pun langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polsek Tombariri.

Dikatakan Kapolsek berdasarkan hasil olah TKP, tali pada leher korban dilapisi kain berwarna merah muda. “Korban saat itu bertelanjang dada, memakai celana pendek warna biru, dan hidungnya mengeluarkan darah,” jelasnya.

Di sekitar TKP polisi juga menemukan catatan di atas meja, yang bertuliskan, “Selamat tinggal semuanya saya ucapkan dari Jun”.

Informasi diperoleh, korban saat ini tinggal bersama kakek dan neneknya, karena kedua orang tuanya berada di Biak, Papua. Kesehariannya, tidak ada permasalahan antara korban dengan kakek neneknya.

Kapolsek menambahkan, jenazah korban lalu dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Manado untuk divisum, guna memperjelas penyebab kematiannya. “Kasus ini dalam penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya.