Tribratanews – Meski dikenal sebagai wilayah pemasok air bersih, Kecamatan Kutasari tak luput dari krisis air bersih pada musim kemarau tahun ini. Lima desa di wilayah Kecamatan Kutasari saat ini mendambakan tambahan pasokan air bersih.
Camat Kutasari, Raditya Widayaka mengatakan, lima desa yang kini sulit mendapatkan air bersih adalah Desa Cendana, Candiwulan, Candinata, Karangjengkol dan Karangcegak bagian atas. “Wilayah Kutasari memang memasok air bersih untuk wilayah di bawahnya karena banyak memiliki sumber air. Namun, wilayah di atas sumber air itu kini kesulitan air bersih,” tuturnya.
Lima desa tersebut sudah mengajukan permintaan dropping air dari Badan Penanguulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga. Namun demikian, desa-desa tersebut membutuhkan tambahan pasokan air bersih dari berbagai pihak. Pasalnya, kalau hanya mengandalkan dropping dari Pemkab, jumlahnya masih belum memadai. Apalagi, selain armadanya terbatas, dropping selama ini masih banyak diarahkan untuk daerah-daerah yang sulit air seperti di Kejobong, Pengadegan maupun Karangreja. “Kami dari unsur Muspika baik dari Pemerintah Kecamatan, Koramil Kutasari, Polsek Kutasari dan organisasi massa dalam hal ini PAC Pemuda Pancasila Kutasari secara swadaya berupaya meringankan beban masyarakat untuk mendapatkan air bersih,” tutur Raditya saat mengirimkan bantuan air bersih untuk masyarakat Dukuh Purwodadi, Desa Cendana Kecamatan Kutasari, Rabu (16/9).
Kapolres Purbalingga Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Anom Setyadji melalui Kapolsek Kutasari, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Masturi mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan akan dilaksanakan secara rutin untuk membantu masyarakat yang membutuhkan air bersih saat ini karena air termasuk sumber kehidupan.
Ketua PAC Pemuda Pancasila Kutasari, Dwi Atmoko didampingi Kades Cendana, Sujono sekitar 150 KK di wilayah Rt 17 dan Rt 18 tersebut sudah tidak dapat lagi mengambil air dari sumur. “Sumurnya mengering. Warga mengandalkan bantuan air bersih untuk air minum. Sumber air ada, tapi jaraknya mencapai 3 kilometer mengabdikan kondisi menanjak,” tutur Dwi Atmoko.
Dwi Atmoko menambahkan, kegiatan itu diharapkan dapat meningkatkan kepedulian anggota Pemuda Pancasila khususnya di wilayah Kecamatan Kutasari agar senantiasa bergerak untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
[ap26]
