
Tribratanews.com – “Menjadi wanita itu bukan halangan untuk meraih puncak prestasi,” demikian tekad perempuan kelahiran Pematangsiantar, Sumatera Utara, 20 Desember 1957 ini.
Mulanya, tak pernah terlintas dalam benaknya untuk menjadi polisi. Keluarganya pun tak ada yang menjadi polisi. Namun setelah lulus dari Universitas Jayabaya dan menerima gelar sarjana hukum pada 1984, jalan hidupnya berubah.
Ialah Brigadir Jenderal Polisi Basaria Panjaitan. Ia yang pernah mencoba nasib dengan mendaftar Sekolah Calon Perwira (Sepa) Polri di Sukabumi, Jawa Barat. Ternyata ia diterima. Pangkat pertamanya inspektur dua dan langsung ditugaskan di Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Bali.
Langkah karir Basaria di kepolisian tergolong lancar. Ia kini menjabat sebagai Widyaiswara Madya (pengajar senior) Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Polri di Lembang, Bandung, Jawa Barat. Sebelumnya, ia pernah menjabat Kepala Pusat Provos Divisi Profesi dan Pengamanan (Kapusprovos Divpropam) Polri. Ia juga ikut memeriksa mantan Kabareskrim Komjen Susno Duaji terkait dugaan pelanggaran kote etik.
Lama berkecimpung di bidang reserse, dengan penampilan yang tegas namun lembut kala berkomunikasi, membuat bungsu dari delapan bersaudara ini disegani baik atasan maupun bawahan.
Bahkan lawan pun pasti dibuat ketar-ketir akan kehadirannya. Bagaimana tidak, sosok Basaria Panjaitan memang terkenal sebagai polisi yang tegas. Saat menjabat sebagai Direktur Reserse dan Kriminal Polda kepulauan Riau, pada 2007, ia pernah membongkar kasus penyelundupan mobil-mobil mewah yang melibatkan cukong-cukong besar dan aparat penyelenggara negara.
Dari sana, Basaria malang melintang di berbagai pos penugasan. Dia pernah menjadi Kepala Biro Logistik Polri, Kasatnarkoba di Polda NTT dan menjadi Direktur Reserse Kriminal Polda Kepulauan Riau. Dari Batam, Basaria ditarik ke Mabes Polri, menjadi penyidik utama Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim.
Saat ini, Basaria berniat ikut berpartisipasi dalam seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Melihat rekam jejaknya, jika terpilih kelak, tentu akan mengkhawatirkan bagi para koruptor.
Riwayat Jabatan
Paur Subdisbuk Disku Mabes Polri (1984)
Panit Sat. Idik Baya Ditserse Mabes Polri (1990)
Kasat Narkoba Polda NTB (1997)
Kabag Narkoba Polda Jabar (2000)
Dir Reskrim Polda Kepri (2007)
Penyidik Utama Dit V/Tipiter Bareskrim Polri (2008)
Kapusprovos Divpropam Polri (2009)
Karobekum Sdelog Polri
Widyaiswara Madya Sespim Polri (2010)
[Iman Firmansyah]
