MANADO, Humas Polda Sulut – Rapat koordinasi seluruh panitia penerimaan Pori tahun 2017 di Polda Sulut yang dilaksanakan di aula Tribrata Mapolda Sulut, Kamis (6/4/2017) dihadiri juga stake holder terkait diantaranya Himpunan Psikologi Seluruh Indonesia (Himpsi) Sulut, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulut, LSM, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta Dinas Pendidikan Sulut.
Para Stake holder tersebut dilibatkan dalam kepanitiaan dalam rangka turut membantu serta melakukan pengawasan jalannya proses penerimaan anggota Polri. Sebagaimana penekanan Kapolda Sulut Irjen pol Drs. Bambang Waskito saat memimpin rakor tersebut, bahwa para stake holder diharapkan bisa membantu Polri, agar betul-betul melakukan tugas sesuai fungsinya dengan baik.
Sementara itu salah satu peserta rakor dari Himpsi, Frangky Kandio menilai, berdasarkan hasil evaluasi dari beberapa tahun belakangan ini dimana pihaknya juga terlibat, proses penerimaan Polri di Sulawesi Utara sudah berlangsung maksimal.
“Untuk tes psikologi, prosesnya sudah jelas, selama ini soalnya dikirim dari Mabes Polri, kemudian diamankan di Propam Polda, selanjutnya dibawah pengawasan pengawas internal dan eksternal, soalnya diambil dan dibuka di hadapan peserta tes namun sebelumnya Panitia Daerah harus minta password dari Mabes Polri. Soalnya difoto copi sesuai dengan kebutuhan. Begitu selesai pengisian ujian, kembali password kunci jawaban diminta lagi dari Mabes Polri. Disaat itu juga lembar jawaban dari para casis langsung di-scan untuk mengetahui berapa nilai yang didapat,” jelasnya usai rakor.
Baca artikel terkait: http://tribratanewspoldasulawesiutara.com/kumpul-seluruh-panitia-penerimaan-kapolda-sulut-tegaskan-rekrutmen-polri-harus-bebas-kkn/
Tambahnya, pihaknya hanya mengawasi saja. Dan selama ini proses tersebut transparan dan sudah sangat baik. Para calon siswa (casis) saat itu juga bisa langsung mengetahui hasil dari jerih payahnya sendiri.
Oleh karena itu pihaknya minta kepada seluruh casis agar mempersiapkan diri secara maksimal, baik mental maupun fisik. Karena tes psikologi ini butuh waktu lama dalam proses pengerjaan soal-soal.
“Dalam menghadapi ujian psikologi, kita harus belajar dan berlatih, kalau kita berpikir mudah, itu akan mudah, namun kalau kita berpikir sulit maka akan sulit,” pungkasnya.

