MANADO, Humas Polda Sulut – Banyaknya petugas KPPS yang meninggal dunia pasca Pemilihan Umum 2019 menimbulkan keprihatinan banyak pihak.
Salah satunya dari Bidang Dokkes Polda Sulut. Kabid Dokkes Polda Sulut Kombes Pol dr. Freddy Worang J menyebutkan jika salah satu penyebab banyaknya korban karena faktor kelelahan (Myalgya).
Kabid Dokkes menyarankan kedepan harusnya KPU membuat perekrutan anggota KPPS seperti layaknya penerimaan CPNS. “Memakai tahapan pemeriksaan kesehatan, sebelum ditunjuk sebagai petugas KPPS. Jadi begitu dia ditunjuk sebagai petugas KPPS ada keterangan sehat dari Puskesmas. Tidak hipertensi, matanya bagus,” ujarnya saat ditemui di RS Bhayangkara Tingkat III Manado, Jumat (26/4/2019).
Lanjutnya, para petugas ini harus menjaga stamina. “Kalau sempat untuk beristirahat harus mengambil waktu istirahat, tidak boleh terlalu dipaksakan. Kondisi tubuh seseorang punya batas. Dan apabila itu dilampaui dapat berbahaya bagi dirinya sendiri,” katanya.
Terkait hal tersebut, pihaknya juga sudah melakukan langkah antisipatif. Bidang Dokkes selaku satker pendukung dalam bidang kesehatan khususnya jajaran Polda Sulut telah melakukan pemantuan kesehatan dimulai pada saat Lat Pra Ops OMB Samrat 2019, dengan melakukan pemeriksaan kesehatan dan pemberian vitamin.
Pemantauan kesehatan personel juga dilakukan di Kewilayahan dilakukan oleh personel Kesehatan Polri yang berada di kewilayahan/Polres.
“Terdapat 9 Polres jajaran Polda Sulut, setiap Polres memiliki Poliklinik yang diawaki minimal 1 dokter umum, 1 dokter gigi dan 2 perawat. Personel Poliklinik ini merupakan perpanjangan tangan Bid Dokkes di kewilayahan, personel tersebutlah yang melaksanakan pemantauan kesehatan anggota Polri yang bertugas di kantor PPS, PPK dan KPU. Personel Biddokkes membantu pelaksanaan pelayanaan kesehatan polikinik Polresta Manado dan Polres jajaran yang membutuhkan,” jelas Kabid.
Ia menjelaskan, kegiatan pemantauan ini meliputi pelayanan kesehatan dengan pemeriksaan kesehatan tanda vital, pemberian vitamin, pengobatan jika diperlukan serta rujukan ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Pemantauan ini untuk memastikan personel Polri sehat dan dapat bertugas dengan baik, tidak hanya personel Polri anggota TNI, KPPS, Panwas dan Bawaslu juga yang ada saat bertugas kami periksa kesehatannya,” katanya.
Jumlah personel pengamanan Pemilu di PPK masing-masing Kabupaten/Kota yang diperiksa kesehatannya pada minggu ke IV (22- 25 April 2019) sejumlah anggota Polri 659 pers, TNI 69 pers, KPPS 224 pers dan Panwas/Bawaslu 91 pers. (Pri)




