MANADO, Humas Polda Sulut – Setelah didaulat menerima anugerah gelar adat Bogani In Totabuan oleh masyarakat adat Bolmong pada Kamis (28/4/2016) di Pendopo Kantor Bupati Bolmong, di Lolak, Kapolda Sulut Brigjen Pol Drs. Wilmar Marpaung, SH langsung menyampaikan ceramah umumnya selaku pemangku gelar adat Bogani dan selaku Kapolda Sulut.
Beliau menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dewan Adat Aliansi Masyarakat Adat Bolaang Mongondow Raya (Amabom Raya) atas penilaian dan kepercayaannya sehingga memberikan gelar kehormatan adat ”Bogani In Totabuan” kepadanya.
Gelar adat ini menurutnya merupakan gelar adat tertinggi bagi masyarakat Bolaang Mongondow Raya, yang mana gelar ini sendiri mengandung arti “Ksatria Pemberani Di Tanah Totabuan”.
Apresiasi yang tulus juga disampaikan beliau kepada seluruh masyarakat Bolaang Mongondow Raya atas kepercayaan dan kehormatan yang diberikan melalui penganugerahan gelar adat ini.
Harapan Kapolda Sulut, melalui momen ini, dapat lebih mendorong dan memotivasi tekad, semangat, motivasi serta darma baktinya dalam memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa dan negara, lebih khusus kepada Bumi Totabuan.
“Acara penganugerahan gelar adat Bogani ini, adalah sebagai budaya warisan leluhur Bolaang Mongondow, Semoga ini dapat menjadi wahana pelestarian dan pewarisan nilai-nilai budaya masyarakat Bolaang Mongondow yang luhur dan mulia,” tegas Beliau.
Proses pemberian gelar adat ini tentu bukan tanpa alasan, katanya melainkan adanya pertimbangan-pertimbangan khusus oleh dewan adat dan masyarakat atas keberhasilan-keberhasilan yang telah dicapai oleh Polda Sulut.
Kapolda juga menjelaskan kondisi kamtibmas di Sulut dimana dari hasil analisa evaluasi gangguan kamtibmas tahun 2015 tercatat angka kriminalitas masih didominasi oleh kejahatan konvensional.
“Dalam hal ini kejahatan yang meresahkan masyarakat seperti tindak pidana penganiayaan, pembunuhan, pencurian kekerasan/begal dan lain sebagainya, dimana kasus-kasus tersebut rata-rata dipicu oleh minuman keras,” ulas Kapolda.
Menurutnya apabila hal ini dibiarkan maka akan mengganggu stabilitas kamtibmas dan lama kelamaan kondisi ini kemudian menjadi “fear of crime” atau rasa ketakutan masyarakat terhadap kejahatan dikarenakan telah merenggut korban baik materiil maupun nyawa yang tidak sedikit di kalangan masyarakat.
Kapolda juga telah membuat strategi guna menangkal setiap kejahatan. Sebut saja dengan menggaungnya beberapa tim khusus yang dibentuk baik di tingkat polda maupun polres jajaran, melalui cara bertindak preventif maupun represif.
“Demikian juga upaya-upaya antisipasi yang dilakukan diawal oleh fungsi-fungsi kepolisian berseragam melalui kegiatan bimbingan penyuluhan maupun kegiatan deteksi dini (early detection) dengan pendekatan dan cara bertindak preemtif,” katanya.
Dijelaskan semua inovasi tersebut telah membawa Polda Sulut mendapat berbagai penghargaan baik dalam skala lokal maupun nasional. Demikian juga secara internal kepolisian, Polda Sulut menempati ranking 1 dalam penanganan tindak premanisme.
“Hal ini kemudian menjadi tonggak dan momentum yang penting untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan tugas dan pelayanan kita kepada masyarakat di Sulawesi Utara termasuk di dalamnya adalah masyarakat Bolaang Mongondow Raya,” jelas Jenderal Bintang satu ini.
Kapolda juga mengajak kepada seluruh masyarakat agar bahu-membahu dan bersinergi dalam rangka menjaga kamtibmas di daerah ini.
Diakhir ceramah, beliau menyampaikan agar jangan membiarkan budaya Bolaang Mongondow yang dibanggakan ini terkikis oleh budaya global. ”Kita harus tetap memiliki identitas dan jati diri, baik sebagai warga masyarakat Bolaang Mongondow maupun sebagai warga negara Indonesia yang dikenal dunia memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika,” ujarnya.
Dalam acara pemberian gelar adat ini, juga dihadiri oleh para tamu undangan diantaranya Perwakilan Forkopimda Sulut, para pejabat Utama Polda Sulut, Forkopimda Kabupaten/Kota se Bolmong Raya, serta tamu undangan lainnya.

