img_3492-1Tribratanewsjateng – Polwan cantik berhijab ini memiliki nama lengkap Ajeng Novita Dewi. yang lahir 21 tahun lalu di Banjarnegara, dan  berpangkat Brigadir Dua, serta sudah dua tahun bertugas di Subbag Humas Polrestabes Semarang, Jawa Tengah.

Brigadir Ajeng memilih menjadi Polisi setelah lulus Sekolah Lanjutan Atas Negeri 1 Banjarnegara. “Saya ingin menjadi Polisi karena saya melihat Polisi itu hampir seperti superhero, selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu, senantiasa siap melaksanakan tugas, dedikasi itu yang ingin saya miliki dan saya lakukan untuk masyarakat”, katanya.

Tentu saja, Bripda Ajeng tidak menafikkan persepsi masyarakat tentang polisi.

“Ya, pandangan masyarakat terhadap citra Polri masih belum sepenuhnya baik, ada yang mengatakan bahwa polisi jujur itu cuma ada tiga, yaitu Jenderal Hoegeng, Polisi Tidur dan Patung Polisi, namun saya ingin juga menyampaikan bahwa sebenarnya masih banyak polisi baik dalam institusi ini, hanya saja masyarakat kurang mengetahuinya”, katanya, kali ini lebih tegas.

Penempatan tugas di Subbag Humas, membuat Bripda Ajeng seperti mendapat jawaban atas persepsi masyarakat soal citra polisi.

“Saya bertugas di Subbag Humas Polrestabes Semarang memang belum genap 2 tahun. Tetapi sepertinya di tugas ini, saya merasakan panggilan hati saya”, katanya, jujur.

“Di sini, saya merasakan bahwa apa yang saya lakukan dapat membuat sebuah perubahan besar terhadap institusi Polri, di sinilah setiap kegiatan yang dilakukan oleh Polri maupun program-program polisi untuk masyarakat bisa terpublikasi dan diketahui oleh semua orang”, katanya, kali dengan semangat.

Lulus Sepolwan pada tahun 2013, Bripda Ajeng langsung ditempatkan di Polda Jateng, dam Setelah melaksanakan orientasi selama lebih dari 1 tahun, Bripda Ajeng ditempatkan di Polrestabes Semarang. Cukup jauh dari kampung halamannya di Banjarnegara, tapi katanya ini bukan masalah.

Hobi sekaligus kemahirannya membuat Bripda Ajeng bisa membangun lingkungan baru, main bola voli.

Ya, saat ini Bripda Ajeng masuk dalam skuad inti Popsivo Polwan Polda Jateng. “Meski belum masuk di Liga Bola Voli Nasional, namun setidaknya kami diperhitungkan sebagai salah satu klub bola voli di Jawa Tengah”, ujarnya sekali lagi penuh semangat.

“Voli itu seperti jurnalisme, ada seni tertentu yang tidak bisa dilakukan semua orang, namun apabila kita telah larut didalamnya, banyak hal akan menjadi lebih menarik dalam hidup kita”, tambahnya.

Jurnalisme dan Voli menjadi bagian hidup Bripda Ajeng, meski kesibukannya menjadi anggota Polisi, kedua hal tersebut seolah menjadi bagian yang tidak terpisahkan.

“Saya bercita-cita menjadi seorang jurnalis yang profesional di lingkungan Polri, sebab hal yang paling dibutuhkan Polri pada saat ini adalah simpati dan dukungan dari masyarakat. Menurut saya, untuk mendapatkan itu semua, masyarakat harus mengetahui dengan sebenarnya apa yang sudah dilakukan oleh Polri, dan hal itu mustahil terwujud tanpa adanya peran dari seorang anggota Humas yang profesional dalam bidang jurnalisme”, katanya.

“Pertama, di humas memang terasa kurang mengesankan, terlebih bagi saya seorang wanita yang harus bekerja di lingkungan pria”.

“Canggung, kurang percaya diri, malu dan bahkan merasa aneh, terutama saat harus melakukan pendokumentasian kegiatan, bayangkan saja, sendirian harus tampil dan mengambil foto apel dari depan, ditatap banyak orang dan menjadi pusat perhatian, terlebih lagi seorang wanita”, begitu Bripda Ajeng mengenang pengalaman pertamanya.

“Namun, semua kecanggungan itu sudah sirna sekarang, berkat bantuan dan support dari rekan-rekan humas serta masukan atasan, saya merasa sekarang sudah menjadi jauh lebih baik”, lanjutnya.

“Sekarang saya melihat humas sebagai sebuah sisi lain, hal yang baik dan buruk memang akan selalu berdampingan, namun Polisi akan selalu berusaha melakukan terbaik untuk masyarakat meski dengan banyak rintangan yang ada”, katanya.

“Dan disinilah saya, humas tempat dimana saya bisa menulis tentang banyak hal baik yang telah dan akan tetap dilakukan oleh Polri, tempat dimana saya menyampaikan apa yang sebenarnya harus diketahui masyarakat tentang institusi saya”, tuturnya.

Kepala Bagian Sumber Daya Polrestabes Semarang AKBP Sri Winarsih SH mengungkapkan, sejak pertama tiba di Polrestabes Semarang,  potensi dan kemampuan Bripda Ajeng sudah terlihat istimewa.

 “Setelah melakukan sedikit wawancara dan pengamatan sewaktu menjadi brigadir staf, akhirnya saya bersama para pejabat lain memutuskan bahwa tempat yang tepat baginya adalah di Humas”, kata AKBP Sri Winarsih SH.

Dijelaskan juga, selain dengan postur dan fisik yang baik, Bripda Ajeng mempunyai kemamuan lain di bidang komunikasi. “Di luar pengetahuan mengoperasionalkan komputer, saya melihat bahwa dia cerdas dalam berkomunikasi, ditambah dengan pendampingan yang khusus oleh seorang Kasusbbag Humas AKP Suwarna yang juga memiliki hal seperti itu, kemampuannya akan berkembang dengan baik dan menjadi sangat istimewa”, kata Kabag Sumda Polrestabes Semarang ini.

Hal sama disampaikan  Kasubbag Humas Polrestabes Semarang AKP Suwarna. “Dia orangnya tekun dan tidak mudah menyerah, hampir semua pekerjaan di Subbag Humas mampu dilaksanakannya dengan baik, bahkan saya terkadang sampai tidak menyadari bahwa dia adalah seorang Polwan”, kata AKP Suwarna.

“Tugas yang saya lakukan hanyalah membimbing semua anggota. Khusus untuk Bripda Ajeng ini, sudah saya anggap seperti anak sendiri”.

“Ada hal yang membuatnya lebih menarik, yaitu dedikasi dan kerja kerasnya, saya berharap hal itu yang membuatnya mampu melaksanakan tugas lebih dari petugas Polri yang laki-laki, dan saya percaya suatu saat dia mampu mewujudkan cita-citanya menciptakan paradigm Polri yang baik di mata masyarakat”, kata AKP Suwarna, optimis.

(Humas Polrestabes Semarang)