Tribratanewspoldasulut.com – Melewati tahun 2015 sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia bukanlah pekerjaan yang gampang.
Demikian disampaikan pengusaha sekaligus pendiri Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWPI), Cri Puspita Dewi Motik Pramono, saat dihubungi Tribratanews.com melalui sambungan telepon, Kamis (31-12-2015).
Untuk itu, Dewi Motik–panggilan akrabnya– memberikan apresiasi kepada Jenderal Polisi Badrodin Haiti yang telah mengemban tugas dengan cukup baik sebagai Kapolri.
Namun demikian, bagi pejuang kemajuan perempuan Indonesia ini, waktu yang ada belumlah cukup untuk menilai sepenuhnya bagaimana kinerja Jenderal Pol Badrodin Haiti sebagai pimpinan tertinggi Polri.
“Anda tidak bisa menghitung, menyatakan bagus atau jelek, dalam kurun waktu yang kurang dari dua tahun ini. Tapi paling tidak, beliau sudah berusaha semaksimal mungkin,” katanya.
Usaha inilah yang mendapat apresiasi Dewi Motik. Baginya, tampak betul dalam waktu yang kurang dari dua tahun itu Jenderal Pol Badrodin Haiti berusaha melakukan berbagai perbaikan di tubuh Polri. Sebagai contoh, ia mengapresiasi langkah Jenderal Pol Badrodin Haiti mengumpulkan seluruh pimpinan dan meminta maaf serta masukan terkait penanganan kasus seperti terorisme, penyalahgunaan narkoba, dan IT.
Selain itu, Dewi Motik juga mengapresiasi penindakan persoalan hukum yang dilakukan Polri selama 2015 di bawah pimpinan Jenderal Pol Badrodin Haiti. Terutama terkait kasus narkoba.
“Bagi saya, penanganan kasus narkoba cukup berhasil, dengan adanya penangkapan-penangkapan dan berbagai tindakan. Memang belum optimal karena waktunya baru satu tahun. Tapi harus kita acungkan jempol,” ungkap Dewi Motik.
Sementara terkait masa tugas Jenderal Pol Badrodin Haiti yang mendekati pensiun, untuk pengganti, Dewi Motik sepenuhnya percaya Presiden Joko Widodo akan memilih calon terbaik.
Saat ditanya siapa yang pantas menjadi Kapolri selanjutnya, Dewi Motik enggan menyebut nama. “Semua orang bisa dicalonkan, siapa pun yang berbintang tiga, siapa pun yang berpangkat komisaris jenderal. Saya kira Presiden orang yang bijak. Dia pasti tahu siapa yang terbaik,” katanya. [imf]

