TribrataNews.com – Politisi PDIP Anggota Komisi 1 DPR RI, Effendy Simbolon penyelidikan kasus penjualan kondesat bagian negara oleh SKK Migas kepada TPPI oleh Bareskrim Polri harus dijadikan momentum untuk membongkar praktek mafia migas dan sepak terjangnya. Masyarakat menurutnya sudah  sejak  lama berharap kasus mafia migas ini bisa dibongkar sampai ke akar-akarnya.

“Jadi dengan momentum Bareskrim yang telah memulai penyelidikan dengan temuan kasus penjualan kondesat bagian negara oleh SKK Migas ke PT TPPI, bisa dimanfaatkan untuk menelurusi sepak terjang mafia migas juga di bidang lainny. Masyarakat sudah lama berharap agar ada keberanian untuk membongkar kasus ini,” ujar Effendy di Gedung DPR Jakarta, Rabu (17/6).

Mantan Anggota Komisi 7 ini mengakui sebenarnya sudah banyak pengaduan masyarakat maupun informasi-informasi lainnya terkait keberadaan mafia migas.  “Saya tidak ingin memulai dengan memberi kesana bahwa KPK selama ini tidak menelisik, dan Polri lebih atensi terhadap kasus ini.Tapi memang harus diakui dengan belum terbongkarnya kasus ini menunjukkan betapa hebatnya kedudukan dan posisi para migas yang ada di Indonesia. Sehingga memang diakui sulit untuk memulai darimana,” tambahnya.

Effendy pun mengingatkan aparat penegak hukum untuk tidak terlena dengan pembekuan PT  Petral yang  dianggap  sebagai sarang mafia migas.Pembekuan Petral diingatkan Effendy belum menyelesaikan masalahkarena sangat banyak indikasi penyimpangan yang terjadi di Petral.Orang-orang yang terlibat di Petral kini tegas Effendy sudah pindah ke ISC.

“Kasus-kasus di Petral harus dibongkar karena indikasi korupsinya sangat kuat,apalagi orang-orang Petral hanya tukar baju pindah ke ISC.Jangan sampai orang-orang yang korup bisa bebas, apalagi sampai ikut lagi di ISC.Aparat penegak hukum harus  mencegah korupsi terulang kembali di ISC karena orang-orang yang sama pindah ke ISC.Kita tidak ingin seolah-olah dengan dibekukannya Petral kasus korupsi dan mafia migas ini dianggap selesai karena ini pada kenyataannya belum selesai sama sekali,” imbuhnya.

Dia pun menceritakan Mantan Dirut Petral Arie Soemarno yang kini duduk di ISC. Termasuk menurut Politisi PDIP ini didalamnya Meneg ESDM, Sudirman Said. “Dulu itu Dirut Petral namanya Arie Soemarno yang tidak lain adalah saudara Menteri BUMN, Rini Soemarno bekerja sama dengan Muhammad Reza, kemudian pecah kongsi, Muhammad Reza kuasai Petral dan Arie terdepak. Sekarang Arie yang masuk, bersama adiknya Ongky Soemarno.Sekian tahun berseberangan sekarang mereka ikut lagi dalam kekuasaan.Mereka satu gank dengan Sudirman Said,” paparnya  lagi.

Dia pun menyarankan agar kasus ini bisa selesai dan dibongkar sampai ke akar-akarnya harus dilakukan audit dengan memulai audi  yang dimulai dari audit dengan tujuan tertentu, audit investigasi  dan audit forensik serta ditambahkan dengan audit dari lembaga audit profesional yang independen yang ditunjuk oleh negara.

“Jadi kalau mau kuat memang harus dilakukan audit dengan tujuan tertentu, audit investigas dan audit forensik oleh BPK juga dilakukan audit oleh lembaga audit profesional yang  kredibile yang ditunjuk oleh negara. Jangan menggunakan hasil audit dari auditor yang ditunjuk  Pertamina seperti saat ini karena hasilnya pasti tidak akan abu-abu. Baru kita dapati bukti yang kuat.Jika kesalahan hanya administrasi maka sanksinya adiministratisi saja tapi  kalau korupsi harus ditindak oleh Bareskrim Polri ataupun KPK dan Kejaksaan,”ujar Politisi yang dikenal vokal dan ceplas ceplos ini.

Terakhir Effendy pn mengingatkan bahwa upaya pemberantasan mafia migas bukan pekerjaan mudah karena memang mafia migas ini berlindung  dibalik kekuasaan. Tanpa dilindungi oleh kekuasaan maka akan sulit mafia ini bisa kuat seperti saat ini. Oleh karena itu  dirinyapun meminta Presiden  Jokowi menunjukkan antensi dan komitmennya  menuntaskanmafia migas.

“Seberapa kuat?, mereka pasti berlindung di kekuasaan.Ilustrasi dan analogi dengan preman,bisa jadi jagoan pasti karena ada back up  dari oknum aparat, karena kalau tidak yah tidak mungkin bisa. Kita lihat kok mereka bergerak bertahun-tahun yah karena dilindungi  kekuasaan. Saatnya jokowi sebagai presiden yang diharapkan, menunjukkan atensi dan komitmennya menuntaskan mafia migas,” tandasnya.

Upaya menyelidiki mafia migas selama ini tidak pernah digubrik KPK. Sementara Kabareskrim Budi Waseso telah  menegaskan akan membongkar kasus-kasus korupsi besar yang diantaranya disebut-sebut adalah kasus mafia migas.[deni]