
MANADO, Humas Polda Sulut – Saka (60), warga Desa Eris Kecamatan Eris, Minahasa, ditemukan tewas disebuah gubug yang biasa dipakai untuk menjaga jaring ikan di danau Tondano, Kamis (17/03/2016) sekitar pukul 16.00 WITA.
Mayat pria pencari ikan ini pertama kali ditemukan oleh Rujip Marjio (44) dan Samuel Gerung (42), keduanya warga desa setempat. Dituturkan saksi, saat itu mereka usai mengecek jaring ikan yang mereka jaga lalu mendatangi gubug tempat korban tinggal.
Betapa terkejutnya saksi ketika mengetahui kondisi korban sudah tidak bernyawa, dalam posisi tertidur miring ke arah barat dan tertutup selimut. Saksi pun segera melaporkan kejadian ini kepada pemerintah Desa dan Polsek Eris.

Mendapat laporan tersebut, pihak pemerintah desa bersama Polsek Eris langsung menuju lokasi kejadian yang berada sekitar 200 meter dari tepi danau Tondano. Informasi didapat, gubug ini milik Arol Manueke, warga Desa Eris, yang dipinjam oleh korban sebagai tempat tinggal sementara karena korban tidak memiliki rumah.
Saksi dan warga sekitar mengatakan, korban sering mengeluh sakit sejak dua minggu lalu. Camat Eris Deddy Tumarar dan Hukum Tua Eris Ferry Tambariki, di lokasi kejadian menerangkan, korban berasal dari Kepulauan Sangihe namun sudah tinggal di Desa Eris selama sekitar 30 tahun.
Sementara Kapolres Minahasa AKBP Ronald Rumondor, melalui Kasubbag Humas AKP Lord Damar, mengatakan korban hidup sendirian tanpa sanak saudara. Ditambahkannya, dugaan sementara penyebab korban meninggal karena sakit. “Korban dibawa ke Rumah Sakit Sam Ratulangi Tondano guna pemeriksaan. Penyebab pasti kematian korban masih terus diselidiki Polisi,” pungkas Kasubbag Humas.
