Gedung-BareskrimKepolisian Republik Indonesia akan membangun gedung Bareskrim. Rencananya, pembangunan ini akan menelan anggaran Rp 300 miliar. Namun, menurut Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, pembangunan ini diupayakan terealisasi namun tidak dalam waktu dekat.

Kepada wartawan, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti di kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Utara, Jakpus, Kamis (4/6/2015) mengatakan bahwa pembangunan gedung ini bukan perkara mudah. Tahun ini masih dalam tahap perencanaan dan diharapkannya bisa terealisasi tahun depan.

“Rencanakan until bisa tahun depan. Nggak bisa hari ini kita rencanakan lalu hari ini kita minta uangnya, kan tidak bisa seperti itu, harus ada perencanaan dulu. Ada RAB, desain, konsultan,” sambungnya.

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menyebut anggaran pembangunan gedung Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri masih diusahakan bisa tersedia tahun depan. Sehingga, pembangunan bisa mulai direalisasikan tahun 2016.

“Belum (anggaran) masih diusahakan. Belum ada. Kalau pun ada, dalam tahun ini kan belum ada perencanaan untuk itu. Kita rencanakan untuk bisa tahun depan,” kata Badrodin yang ditemui di kantor Wapres, Jakarta, Kamis (4/6).

Untuk itu, lanjut Badrodin, yang akan dilakukan kedepan adalah membuat perencanaan terlebih dahulu, mulai dari anggaran sampai design bangunan.

Sebelumnya, Asisten Perencanaan Polri Irjen Tito Karnavian, mengatakan lembaganya telah merencanakan pembangunan gedung Bareskrim mulai tahun 2016 dan ditargetkan selesai dalam waktu dua tahun.

Kemudian, dikatakan bahwa pembangunan gedung yang rencananya menampung seluruh direktorat yang ada di Bareskrim, akan memakan biaya sampai sekitar Rp 300 miliar.

Gedung yang akan dibangun ini rencananya memiliki 17 lantai dan dikerjakan selama 2 tahun. Asisten Perencanaan Kapolri Irjen Tito Karnavian mengatakan anggaran RP 300 miliar itu juga untuk membangun Laboratorium Forensik. Lokasinya tidak berada di Kompleks Polri Jl Trunojoyo, melainkan di lokasi baru yakni di Sentul Bogor.

“Semuanya mengikuti siklus anggaran kami. Saya dengar, lebih kurang dialokasikannya sekitar Rp 300 milyar untuk tahun depan. Kemungkinan besar dua tahun pembangunannya,” kata Tito di Kantor Komisi Kepolisian Nasional, Jakarta, Rabu (3/6).

Dia juga mengatakan, selain membangun gedung Bareskrim, Polri hendak membangun gedung Laboratorium Forensik baru. Gedung laboratorium baru ini dibangun atas pertimbangan pembuangan limbah kimia yang dapat mencemari Jakarta.

Terkait rencana pindah kantor ini mulai diketahui publik saat Kepala Bareskrim Komisaris Jenderal Budi Waseso beberapa kali bertandang ke Balai Kota Jakarta pada Mei lalu untuk bertemu Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

“Jumlah personel dengan kapasitas gedung sudah lebih tiga kali lipat. Jadi harus segera dibangun, dibesarkan. Gedung ini sudah terlalu lama dan tidak layak pakai,” kata Budi usai bertemu Basuki, dua pekan lalu.

Selain itu, dia juga mengatakan, pihaknya berencana membangun gedung baru setinggi 17 lantai. Tak mau muluk-muluk soal fasilitas, ia berkata hanya ingin gedung yang laik.

“Itu rencana yang kami ajukan. Kami ingin Bareskrim ini terpusat dalam satu gedung sehingga mudah berkoordinasi,” ujar Budi di Markas Besar Polri, Jakarta, Jumat (29/5).

Menurutnya, permohonan pembangunan gedung baru itu tidak akan memberatkan keuangan pemerintah. Apalagi, katanya, proposal tersebut menganggarkan biaya yang tak jauh berbeda dengan pembangunan gedung perkantoran lainnya.

Jika pemerintah memberikan restu, gedung baru itu nantinya akan menampung seluruh direktorat di bawah Bareskrim, seperti pidana umum, pidana korupsi, narkoba, termasuk laboratorium forensik. “Nanti semua ada di sana sehingga mudah pengawasannya,” kata Komjen Budi Waseso.[red]