MANADO, Humas Polda Sulut – Guna menjamin kondusifitas di Tumaluntung, Minahasa Utara (Minut), Polda Sulawesi Utara (Sulut) menurunkan ratusan personel untuk mem-back up Polres Minut pasca terjadinya pengrusakan balai pertemuan di Perumahan Agape Griya Tumaluntung, Kauditan yang terjadi Rabu (29/01/2020) malam.

Personel yang ditugaskan adalah 1 SSK (Satuan Setingkat Kompi) Satbrimob, 2 SST (Satuan Setingkat Peleton) Ditsamapta, dan 1 SST Satsamapta Polres Bitung, serta dibantu 1 SST Kodim 1310/Bitung. Para personel berjaga di sekitar lokasi kejadian sejak Kamis (30/01) pagi.

Kemudian, pada Kamis pagi sekitar pukul 10.25 WITA, digelar rapat tertutup antara Forkopimda Kabupaten Minut bersama para tokoh agama dan tokoh masyarakat kabupaten setempat, yang berlangsung di Mess 02 PT. Japfa Comfeed Indonesia (Tbk), Desa Tumaluntung.

Rapat tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat, di antaranya Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Provinsi Sulut, Edison Humiang, Karo Pemerintahan Provinsi Sulut, Jimmy Kumendong, Bupati Minut, Vonni Panambunan, Ketua DPRD Minut, Denny Lolong, Kapolres Minut, AKBP Grace Rahakbau, Dandim 1310/Bitung, Letkol Inf Kusnandar Hidayat, Ketua MUI Kabupaten Minut, Ibnu Hajar Baidowi, Ketua FKUB Kabupaten Minut, Pdt. Ruben Rengi, Tokoh Masyarakat, Piet Luntungan, serta pihak Developer Perum Agape Griya, Denny Watupongoh.

Beberapa kesepakatan bersama yang disepakati dalam rapat, antara lain akan dilakukan perbaikan balai pertemuan oleh warga masyarakat dibantu personel Polres Minut dan TNI, menyarankan agar masyarakat segera melengkapi persyaratan pengurusan surat perizinan pendirian tempat ibadah, sambil menunggu terbitnya surat perizinan, balai pertemuan tersebut ditutup, serta mengimbau umat muslim di Perum Agape Griya untuk sementara waktu beribadah di rumah masing-masing.

Terpisah, Kapolda Sulut, Irjen Pol. Dr. R. Sigid Tri Hardjanto, S.H., M.Si., melalui Kabid Humas, Kombes Pol Jules Abraham Abast, S.I.K., mengatakan, sejauh ini Polda Sulut dan Polres Minut telah membentuk Tim Gabungan untuk penyelidikan terkait pengrusakan balai pertemuan, serta telah mengamankan satu orang yang diduga sebagai provokator, dan saat ini dalam pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami juga mengimbau masyarakat menahan diri dan tidak terprovokasi dengan isu-isu yang belum tentu benar. Kami berharap seluruh masyarakat tetap bersama-sama menjaga situasi kamtibmas di Sulawesi Utara agar tetap aman dan kondusif, serta mempercayakan proses hukum kepada pihak kepolisian,” pungkasnya.