TBNews- Menjelang pelaksanaan puasa di bulan Ramadan 1436 H yang diperkirakan jatuh pada Kamis, 18 Juni 2015 mendatang, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti telah memerintahkan jajaran Polri untuk meningkatkan pengamanan dan pengawasan.
Selain itu, Kalori Jenderal Badrodin Haiti juga meminta masyarakat ikut membantu kerja aparat kepolisian terutama untuk menjaga agar situasi tetap kondusif.
“Ada sejumlah hal yang menjadi perhatian. Misalnya pada Ramadan, lalu lebaran, selalu terjadi peningkatan permintaan barang dan jasa dimana ini bisa dimanfaatkan para spekulan. Ini kita antisipasi,” kata Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Minggu (7/6/2015).
Ditegaskan Kapolri, pihaknya telah memerintahkan jajarannya untuk tidak tutup mata dan telinga pada kemungkinan aksi penimbunan, pemalsuan, termasuk penyalahgunaan barang bersubsidi. Jika menemukan hal dimaksud maka polisi akan menindaknya.
“Dalam bulan-bulan ini, dengan semakin ramainya orang berbelanja dan aktivitas diperbankkan, kejahatan-kejahatan konvensional dan jalanan juga kita antisipasi. Mulai dari pencurian, penipuan, perampokan, dan perampasan,” katanya.
Hal lain yang menjadi perhatian korps bhayangkara adalah soal petasan. Badrodin telah memerintahkan jajarannya untuk melakukan razia dan menangkap pelaku peredaran bahan berbahaya yang masuk kategori low explosives itu.
“Pesan saya juga, karena menurut saya ramadan adalah bulan suci untuk menahan nafsu, maka jauhilah perkara-perkara yang menimbulkan gangguan dan kerawanan pada masyarakat seperti kekerasan dan tawuran,” sambungnya.
Untuk keperluan ini Asisten Operasi Polri, Irjen Ariif Wahyunadi, telah menggelar rapat kerja teknis selama dua hari di Mabes Polri sejak Kamis dan Jumat (4-5/6) lalu. Acara itu dihadiri para Wakapolda dan Kabag Ops se Indonesia.[red]
