Dari kiri ke kanan: Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri Komjen Putut Eko Bayu Seno, Komisioner Bawaslu Endang Wihdatiningtyas, Jaksa Agung HM Prasetyo, Ketua KPU Husni Kamil Manik, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, Ketua Komisi II DPR Rambe Kamaruzaman, Ketua Komisi III DPR  Aziz Syamsuddin, Komisioner Bawaslu Nelson Simanjuntak, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan Asisten Perencanaan Kapolri Irjen Pol Arif Wachyunadi sebelum rapat kerja gabungan dengan Komisi II dan III DPR di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/6/2015). Rapat tersebut membahas pengamanan dan mekanisme penyelesaian perselisihan sengketa Pilkada serentak tahun 2015. Wahyu Wening/tribratanews.com
Dari kiri ke kanan: Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri Komjen Putut Eko Bayu Seno, Komisioner Bawaslu Endang Wihdatiningtyas, Jaksa Agung HM Prasetyo, Ketua KPU Husni Kamil Manik, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, Ketua Komisi II DPR Rambe Kamaruzaman, Ketua Komisi III DPR Aziz Syamsuddin, Komisioner Bawaslu Nelson Simanjuntak, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan Asisten Perencanaan Kapolri Irjen Pol Arif Wachyunadi sebelum rapat kerja gabungan dengan Komisi II dan III DPR di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/6/2015). Rapat tersebut membahas pengamanan dan mekanisme penyelesaian perselisihan sengketa Pilkada serentak tahun 2015.
Wahyu Wening/tribratanews.com

Tribratanews.com – Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Polri, Komjen Pol Putut Eko Bayu Seno mengatakan bahwa Polri sudah melakukan telah menginventarisir masalah dan melakukan upaya deteksi dini terkait dengan sejumlah daerah dengan potensi kerawanan keamanan dalam penyelenggaraan Pilkada serentak (Pilser), Desember 2015 nanti.

“Berdasarkan deteksi intelejen, polri sudah melakukan invetarisasi sebelum maupun sesudah Pilkada serentak nanti. Selain itu juga sudah menginventarisir soal kerawaanan keamanan di beberapa titik di daerah,” kata Putut dalam rapat gabungan antara Komisi II dan III, di Gedung DPR RI, Senayan, Kamis (25/6).

Mantan Kapolda Metro Jaya itu juga mengatakan untuk mengantisipasi gangguan kemanan dalam pelaksanaan Pillkada seretak, setidaknya kepolisian telah menyiapkan sekitar 225.362 ribu personil di seluruh Indonesia, dengan pembagian sebanyak kurang lebih 3000 personil berasal dari Mabes Polri.

“Polri juga menyiapkan kekuatan lain dalam menunjang keamanan dalam  sub brimob daerah dalam antisipasi jajaran menghadapi urgensi. Kami juga melibatkan TNI, dan kamtibnas lainnya. Sehingga terwujud keamana dalam pelaksanaan pilkada serentak nantinya,” tandasnya.

[rama deny]