
Tribratanews.com – Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, Brigadir Jenderal Pol Drs Umar Septono SH, MH tiba-tiba melakukan acara yang berbeda pada apel pagi jajaran Polda NTB, Senin (2015-0629). Saat menjadi inspektur upacara apel page, Kapolda mengajak seorang tukang sapu berdiri di sampingnya. Sejajar.
Apel di lapangan Gajah Mada Polda NTB itu cukup mengejutkan. Seorang tukang sapu dengan sapunya, berdiri tepat di samping Kepala Kepolisian Daerah berpangkat Brigadir Jenderal.
Saat memberikan arahan, Kapolda tahu apa yang sedang dipikirkan oleh peserta apel. Kapolda kemudian menjelaskan,”Saya sengaja menghadirkan tukang sapu ini sebagai contoh tauladan untuk yang lain. Di mata dunia, tukang sapu mungkin adalah strata terendah. Tapi di mata Tuhan, beliau ini bisa lebih tinggi dari saya, bahkan mungkin dari kalian semua,” kata Kapolda, tegas.
Mengapa seperti itu?
Kata Kapolda, dirinya hanya menganggarkan honor Rp.500.000,- perbulan. “Beliau pukul 4:30 sudah ada di sini. Walaupun rekan-rekan menyebar sampah, dia diam saja. Apa kita tidak malu seperti itu? Kalau kita seenaknya membuang sampah, itu kan sama saja kita telah menzolimi beliau,” tanya Kapolda.
Di akhir arahannya, Kapolda berharap agar semua anggotanya menyadari bahwa tugas yang diemban adalah titipan Tuhan. “Apa yang kita lakukan adalah lahan ibadah yang sangat luas. Ini akan menjadi bekal di dunia dan akhirat,” demikian Kapolda mengakhiri arahannya.
[media barly]
