p1 p2 p3

Tribratanewspoldasulut.com – Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara, Komisaris Besar Polisi Drs. Sutrisno Yudi Hermawan pimpin tradisi apresiasi dan penghormatan kepada personel berprestasi, Selasa (23-02-2016).

Penghormatan yang dilakukan saat apel pagi, diberikan kepada para personel yang tergabung dalam Satgas II Pemberantasan Premanisme dan Kejahatan Jalanan pada penilaian Program Prioritas Kapolri (P2K) tahap II, periode Agustus hingga Desember 2015. Perwakilan yang menerima penghormatan, diantaranya, Kasatgas II, Kapolres/ta, para Katim Sus dan Operator P2K.

Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara, Brigadir Jenderal Polisi Drs. Wilmar Marpaung, SH, dalam sambutan singkatnya menegaskan, prestasi ini bisa diraih berkat kerja keras, cerdas dan ikhlas. “Ini adalah prestasi membanggakan. Merebut lebih susah daripada mempertahankan. Dan saya yakin, prestasi ini bisa diraih berkat kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas kita bersama,” ujar Brigjen Pol Drs. Wilmar Marpaung, SH.

Satgas yang diketuai Dirreskrimum Polda Sulut, Kombes Pol. Pitra Ratulangi ini, berhasil menempati ranking I tingkat nasional dengan nilai 100, tertinggi dari seluruh Polda di Indonesia. Satgas II merupakan gabungan dari Satker-satker operasional di Polda Sulut dan Polres/ta jajaran, yang mengedepankan Tim-tim Khusus seperti Tim Barracuda (Ditreskrimsus), Tim Manguni (Ditreskrimum), Patroli Rayon Tameng (Dit Sabhara) dan Tim-tim Khusus di Polres/ta, untuk menumpas aksi kejahatan.

Kapolres Minahasa Utara, AKBP Eko Irianto, dalam testimoninya mengatakan, keberhasilan ditingkat Polres/ta karena termotivasi oleh kinerja di Mapolda Sulut. “Kalau di Mapolda bisa, tentunya kami yang di Polres/ta jajaran juga harus bisa berprestasi. Sehingga kami terus meningkatkan kinerja dengan melibatkan seluruh personel, sesuai perintah dan arahan pimpinan,” kata KBP Eko Irianto.

Mewakili Katim Sus di jajaran Polda Sulut, AKBP Arya Perdana selaku Katim Barracuda, mengungkapkan, hadirnya tim-tim khusus adalah untuk memenuhi harapan masyarakat yang menginginkan situasi aman dan nyaman. “Kami hadir untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, dengan cara melibas segala bentuk kejahatan di Bumi Nyiur Melambai,” tegas AKBP Arya Perdana.

Sementara itu Kabag Dalops Biroops Polda Sulut, AKBP Ventje Lapod, menyampaikan, keberhasilan ini tak lepas dari peran para Operator P2K. “Perlu disadari, keberhasilan ini juga tak lepas dari peran para Operator P2K, khususnya di Satgas II. Seluruh data kegiatan pemberantasan kejahatan telah diinput pada aplikasi P2K, hingga menghantar Polda Sulut menempati posisi teratas,” ujar AKBP Ventje Lapod.

Penilaian Satgas P2K tahap II telah berakhir pada 31 Desember 2015 lalu. Data diperoleh, total nilai pelaksanaan P2K di Polda Sulut pada tahap II berjumlah 909. Nilai ini merupakan perolehan 9 dari 11 Satgas yang ada, dengan perincian: Satgas I (91); Satgas II (100); Satgas III (92); Satgas IV (90); Satgas V (95); Satgas VI (99); Satgas VII (84); Satgas VIII (92) dan Satgas IX (93).

Dari rekapitulasi nilai tersebut, Satgas VI P2K Polda Sulut yaitu Kontra Radikal dan Deradikalisasi, juga berhasil meraih prestasi membanggakan dengan menempati ranking 2 nasional. Saat ini penilaian P2K telah memasuki tahap III, terhitung sejak Januari hingga Juni 2016 mendatang. Dan berdasarkan hasil penelitian Mabes Polri, Polda Sulut telah melaksanakan P2K tahap II dengan baik dan menempati ranking 8 dari 32 Polda di Indonesia.

[Humas Polda Sulut]