Tribratanewspoldasulut.com – Pendidikan Pembentukan Brigadir Penugasan Umum (Gasum) Polri T.A. 2015, resmi ditutup secara serentak di seluruh Indonesia, Senin (29-02-2016).
Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara, Brigadir Jenderal Polisi Drs. Wilmar Marpaung, SH, dihadiri para Pejabat Utama, Bhayangkari, orang tua dan keluarga peserta didik menutup pendidikan di lapangan SPN Karombasan, Manado.
Kepala SPN Karombasan, AKBP Satake Bayu, SIK, MSi, dalam laporan singkat yang dibacakan Kabag Jarlat, melaporkan, jumlah peserta didik yang menjalani pendidikan di SPN Karombasan sebanyak 342 orang, terdiri dari Polda Gorontalo 118 orang, Polda Papua 21 orang dan Polda Sulut sebanyak 203 orang.
Dari 342 peserta didik tersebut, dua orang dinyatakan tidak lulus karena meninggal dunia dan pelanggaran disiplin. Sedangkan 340 orang dinyatakan lulus, berdasarkan Surat Keputusan Kepala SPN Karombasan Nomor : Kep/01/II/2016 tanggal 29 Februari 2016. Diketahui, pendidikan pembentukan telah berlangsung selama tujuh bulan, sejak 4 Agustus 2015 lalu.
Upacara penutupan pendidikan ditandai dengan pelepasan tanda siswa dan pemasangan tanda pangkat efektif Brigadir Polisi Dua (Bripda) dan pengambilan sumpah janji perwakilan peserta didik, didampingi para Rohaniawan.
Membacakan amanat tertulis Kapolri Jenderal Polisi Drs. Badrodin Haiti, Kapolda mengatakan, tahun ini terjadi peningkatan jumlah personel Polri sebanyak 12.727 orang, terdiri dari 2.093 Polisi wanita dan 10.634 Polisi pria. Dengan peningkatan jumlah personel, diharapkan akan dapat semakin memperluas penyebaran serta jangkauan pelayanan Polri kepada masyarakat.
“Hal ini memiliki nilai yang sangat strategis, mengingat para Brigadir Polri memiliki peran penting sebagai unsur pelaksana utama tugas Polri pada lini terdepan, yang akan berhadapan dengan setiap permasalahan kamtibmas dan bersentuhan langsung dengan masyarakat,” kata Kapolda Sulut.
Dalam menjalankan tugas di lapangan, para Brigadir remaja juga diharapkan untuk menghindari perbuatan yang dapat merusak citra Polri.
“Laksanakan tugas dengan penuh komitmen dan rasa tanggung jawab, sebagai pelayan masyarakat yang santun dan bermoral. Hindari perbuatan yang dapat merusak citra diri dan organisasi Polri,” pungkas Brigjen Pol Drs. Wilmar Marpaung, SH.
Usai upacara penutupan, dilanjutkan dengan berbagai peragaan oleh seluruh Brigadir remaja yang baru saja dilantik, yang terbagi dalam tiga kelompok. Aksi yang ditampilkan antara lain: beladiri Polri, tarung derajat dan kolone senapan.
Tak mau kalah, Brigadir remaja pengiriman Polda Papua juga menyuguhkan atraksi menarik berupa tarian adat, lengkap dengan busana dan atribut tradisional. Ditengah-tengah aksinya, seorang perwakilan memberikan cindera mata berupa topi bermotif cenderawasih, kepada Kapolda dan Wakapolda Sulut.
[Humas Polda Sulut]


