minut-gantung diri

MANADO, Humas Polda Sulut – Marce Tumuri (48), warga Kecamatan Malalayang, Kota Manado ditemukan tewas diduga akibat gantung diri pada seutas tali di rumah keluarga Subono-Rambing, warga Perumahan Riski Blok I Desa Watutumou Jaga XI, Kecamatan Kalawat, Minahasa Utara, Senin (13/03/2017) sekitar pukul 03.00 WITA.

Kejadian bermula ketika pada Minggu (12/03) sekitar pukul 16.00 WITA, korban bertemu dengan anak pemilik rumah, di Manado. Keduanya lalu menuju rumah keluarga Subono-Rambing. Korban malam itu menginap dan tidur bersama isteri pemilik rumah.

Sekira pukul 00.30 WITA, Subono yang pulang usai bekerja melihat ada rokok dan asbak di samping tempat tidur. Subono kemudian bertanya kepada isterinya, siapa yang merokok di kamar. Dijelaskan sang isteri, rokok tersebut milik Marce Tumuri yang menginap di rumah mereka.

Tak berhenti disitu, Subonopun menanyakan keberadaan Marce karena tidak ada di kamar. Sang isteri menjawab, tidak mengetahui korban dimana karena baru saja masih tidur bersamanya. Subono lalu menuju kamar mandi untuk mencuci muka.

Usai mencuci muka, Subono mengambil handuk di jemuran yang berada di samping rumah. Betapa terkejutnya Subono ketika ia melihat korban dalam posisi leher terlilit seutas tali nilon yang terikat pada cor beton. Di bawah kaki korban juga dilihatnya ada kursi plastik warna merah.

Mengetahui kejadian ini, Subono langsung memberitahu isterinya kemudian melaporkan peristiwa tersebut kepada wakil kepala jaga desa setempat dan Polsek Airmadidi. Tak lama kemudian, personel Polsek Airmadidi tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Walanda Maramis. Hasil pemeriksaan luar oleh tim medis rumah sakit, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Kapolres Minahasa Utara, AKBP Eko Irianto melalui Kasubbag Humas, AKP Alex Watugigir membenarkan kejadian tersebut. “Pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi dan telah menandatangani surat pernyataan penolakan,” terangnya. “Jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk disemayamkan,” pungkas Kasubbag Humas.