copetongi-300x150

Tribratanewsjateng – Nasib apes menimpa Ahmad Sopi (22), warga Desa Demangan Semingkir RT 05 RW 06 Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang. Lantaran tergiur dengan sebilah keris kecil yang akan diberikan oleh orang tak dikenal kepadanya, pemuda tersebut justru kehilangan sejumlah barang berharga.

keris

Barang-barang berharga miliknya, berupa telepon selular dan ijazah sekolahnya dibawa kabur orang yang akan memberinya keris tersebut, di pinggir jalur pantura Kota Pekalongan, tepatnya di Jalan Dr Sutomo, Baros, Pekalongan Timur, Senin (5/10) dini hari.

Kepada anggota Satreskrim Polres Pekalongan Kota, korban menuturkan peristiwa itu berawal ketika dirinya bersama sang adik, Alim Purnomo (15), pada Senin dini hari berada di pinggir Jalan Dr Sutomo depan SPBU Baros.

Ketika itu, Sopi dan sang adik akan mudik ke kampung halaman di Randudongkal, Pemalang. Sopi berniat pulang ke kampung halaman lantaran baru berhenti kerja dari sebuah pabrik di Surabaya. “Saya dari Surabaya naik bus, kemudian turun dan istirahat di Kota Pekalongan sebelum melanjutkan perjalanan ke kampung halaman,” ungkap korban kepada petugas.

Korban dan sang adik sempat istirahat di Mushola yang ada di SPBU Baros. Lalu, korban dan sang adik menunggu bus di pinggir jalan.

Ketika sedang menunggu bus tujuan Pemalang, tiba-tiba Sopi dihampiri dua pria tak dikenal yang berboncengan dengan sepeda motor. Dua pria tak dikenal tadi mengajak ngobrol Sopi dan sang adik.

Sesaat berikutnya, dua pria tadi berniat memberikan sebilah keris kecil kepada korban. Kepada korban, pria tersebut menjelaskan bahwa keris tersebut adalah sebuah pusaka yang bisa membawa berkah bagi pemiliknya.

Korban tergiur dengan perkataan pria tak dikenal tadi yang mengatakan keris itu akan diberikan ke korban. Namun sebelum keris kecil itu diserahterimakan, pelaku meminta korban untuk mengambil air wudlu terlebih dulu. “Saya diminta wudlu dulu sebelum menerima keris itu,” kata korban.

Korban menuruti perkataan pelaku. Korban lalu menyeberangi jalan, menuju ke areal SPBU untuk mengambil air wudlu di mushola di kompleks SPBU. Sementara, barang-barang korban berupa sebuah tas dan kardus berisi pakaian, ijazah, dan telepon selular milik korban ditinggalkan di lokasi semula, sambil ditunggui sang adik dan dua pria pengendara motor tadi.

Begitu korban sedang mengambil air wudlu, dua pria tak dikenal tersebut mulai melancarkan aksinya. Mereka bahkan meminta adik korban yang masih menunggui barang-barang milik korban untuk ikut menyusul korban mengambil air wudlu. Sedangkan barang-barang korban tetap ditinggal di tepi jalan.

Alim, adik korban yang masih berusia remaja itu, menuruti kemauan pelaku. Dia menyeberangi jalan menuju ke SPBU. Namun begitu sampai median jalan, Alim curiga. Namun kecurigaan itu sudah terlambat. Begitu dia menengok ke arah barang-barang yang ia tinggalkan, ternyata barang-barang itu sudah dibawa kabur dua pria tadi.

Akibat peristiwa tersebut, korban melapor ke Satreskrim Polres Pekalongan Kota. Kepada polisi, korban mengaku bahwa tas dan kardus miliknya yang dibawa kabur dua pria tak dikenal itu berisi beberapa pakaian, satu unit hp Samsung Galaxy, dan sejumlah ijazah.

Antara lain, ijazah MI Semingkir Randudongkal, ijazah MTs Kajeksan Surabaya, ijazah SMK PGRI Randudongkal, dan SKHU MTs serta traskrip nilai SMK dan KTP atas nama korban. Kasus ini sendiri hingga kemarin masih diselidiki oleh Unit IV Satreskrim Polres Pekalongan Kota.

[Humas Polres Pekalongan Kota]