Tribratanewsjateng – Paska tersiarnya kabar hilangnya seorang PNS aktif di Purbalingga,Widodo Panca Nugraha di media massa,kediaman yang bersangkutanpun terlihat sepi .Tidak ada seorangpun anggota keluarga yang bisa ditemui.

Pada,Kamis (7-1-2016) Rumah bercat putih yang berada di komplek perumahan Babakan Baru,Desa Babakan,Kecamatan Kalimanah terlihat sepi seperti tak ada penghuninya.Pagar rumah bernomor F6 itu terkunci dengan lampu teras yang menyala.Padahal menurut warga sekitar,istri dan anak Widodo sebelumnya masih berada dikediamannya tersebut.

“Tadi pagi masih ada aktifitas dirumah itu,cuma sekitar Jam 12.00 WIB terlihat penghuninya keluar rumah.”kata seorang warga yang enggan namanya disebutkan.

Menurutnya,sejak beberapa waktu lalu kepala rumah tangga (Widodo) tidak kelihatan,beberapa tetangga sempat menanyakan ke istrinya.Namun istrinya menjawab jika suaminya sedang diklat di Bandung.

“Namun sejak berita hilangnya Pak Dodo muncul di media massa tadi pagi, istri dan anaknya menghilang,entah pergi kemana” katanya.

Sementara,Kapolres Purbalingga, AKBP Anom Setyadji SIK saat dikonfirmasi terkait hilangnya sejumlah warga di Purbalingga mengatakan, secara resmi Polisi belum menerima laporan hilangnya PNS tersebut.Meski demikan,pihaknya tetap menelusuri kemana perginya orang orang tersebut.Berdasarkan hasil deteksi
intelijennya, Widodo disebut sudah tidak berada di wilayah Pulau Jawa, namun masih berada di dalam negeri. Dia juga menepis jika yang bersangkutan ikut dalam gerakan militansi ISIS.

“Info info yang kami dapat dan kumpulkan merupakan hasil deteksi,masih terlalu dini untuk kita simpulkan kepergiannya terkait paham ISIS.”katanya.

Saat ini,pihaknya masih mendalami kasus tersebut dan melakukan koordinasi dengan tingkatan yang lebih tinggi,baik dengan Polda Jateng maupun Pusat. Sedangkan ormas yang dimaksud, menurutnya belum terkait langsung dengan ISIS.

“Hanya kelompok masyarakat yang menyatakan dirinya kelompok G.Namun saat ini Purbalingga sudah bubar, sudah tidak ada di sini. “Kata Kapolres yang mengaku terus memantau Ormas tersebut berdasarkan adanya keluhan dari warga dan dimana organisasi ini berkegiatan.

Dari analisis pihak kepolisian Polres Purbalingga dari hasil koordinasi ‎dengan fungsi inteligen lain terkait pergerakan kelompok G di purbalingga lebih pada kegiatan keagamaan yang dikaitkan dengan kegiatan sosial.

“Namun di sejumlah tempat keanggotaan kelompok G ini cenderung mmendapat keluhan keluhan, baik dari keluarga ataupun tetangga dimana mereka berkomunitas,”kata Kapolres.(Arif)