Antisipasi Gangguan Kamtibmas Malam Akhir Pekan, Polsek Malalayang Lakukan KRYDTNI-Polri di Tombulu Lakukan Patroli Dialogis Secara HumanisSatlantas Polresta Manado Gelar Safety RidingTindaklanjuti Quick Wins Presisi, Polres Minsel Adakan Acara 'Jumat Bacerita'Polres Kotamobagu Gelar Jumat Curhat dengan Elemen MasyarakatSamapta Polres Minahasa Bersama Warga Evakuasi Pohon Tumbang di Ruas Jalan Tondano - RembokenOlahraga Bersama HUT ke-51 Korpri di Polda SulutPusdokkes: Dua Ruang Operasi Disediakan Tangani Korban Patah Tulang Akibat Gempa CianjurUpaya Polri Kembalikan Senyum Anak-anak dan Ibu-ibu Korban Gempa CianjurHujan Rintik Sejak Pagi Tak Halangi Evakuasi 5 Korban Gempa CianjurTerduga Pelaku Curas di Maumbi, Ditangkap Polisi di BolmongTim Medis Brimob Polri Jemput Bola Beri Pelayanan Kesehatan Pengungsi Gempa CianjurPolri Gelar Salat Jumat dan Salat Gaib Berjamaah di Lokasi Gempa CianjurAksi Alumni Akpol 1996 Bantu Korban Gempa CianjurWakapolda Sulut Hadiri Acara “Bitung Baku Dapa” Bersama Elemen MasyarakatPastikan Pelayanan Prima, Kapolresta Manado Lakukan Sidak Ruangan KerjaDirektorat Pam Obvit Polda Sulut Supervisi di Polres Kepulauan TalaudPolri Temukan 5 Jenazah Korban Longsor CianjurDitpolairud Polda Sulut Gelar Upacara Tabur Bunga di TandurusaSambangi Pasar Girian, Kapolres Bitung Berdialog dengan WargaPolri Jangkau Tempat Terisolir untuk Berikan Pasokan Kebutuhan PokokTim Resmob Polresta Manado Amankan Terduga Pelaku Pencurian di Jalan Pumorow BanjerPolisi Amankan Terduga Pelaku Penikaman di Lokasi Pesta Miras di Kema IIISatu Anjing Pelacak Temukan Titik Diduga Korban Tertimbun Longsor CianjurKasus Penganiayaan Sesama Pelajar di Girian Bitung Berakhir DamaiSudahi Perselisihan, 2 Kelompok Pemuda Desa di Minahasa Sepakat BerdamaiTiga Hari Tertimbun Runtuhan Akibat Gempa Cianjur, Anak 5 Tahun Berhasil Diselamatkan dalam Kondisi HidupPertolongan Korban Gempa Cianjur di Desa Terisolir Dilakukan, Brimob Polri Evakuasi dengan TanduPolres Tomohon Amankan Terduga Pelaku Penganiayaan dengan Senjata Tajam di Tombariri TimurFood Truck Brimob Polri Sediakan 18.000 Paket Makanan bagi Pengungsi Gempa CianjurPersonel Polri dan TNI Gelar Apel Sinergitas di Lapangan Mako Yonmarhanlan VIII BitungTim Dokkes Polri Dikerahkan Bantu Korban Gempa di Cianjur, Ada Dokter hingga AmbulansTim Resmob Polres Bitung Amankan Pelaku Penganiayaan di WangurerPolresta Manado Ungkap Kasus Dugaan Penyalahgunaan BBM Bersubsidi di MapangetPolisi Amankan Terduga Pelaku Pencurian di Perumahan GPIKapolri Kerahkan Tenaga Medis Tambahan Tangani Korban Gempa Bumi di CianjurKapolri Serap Aspirasi Masyarakat yang Jadi Korban Gempa Bumi CianjurPolres Minut Gelar Press Conference Dugaan Tindak Pidana Kekerasan Terhadap Anak Dibawah UmurKapolri Tinjau Lokasi Gempa Bumi Cianjur, Pastikan Warga dapat Bantuan MaksimalHadiri Silaturahmi Industri Jasa Keuangan, Kapolda Sulut Sosialisasikan Phising dan Cara MenghindarinyaSelimut Hangat dari Ketum Bhayangkari untuk Pengungsi Gempa CianjurBawa Sajam di New Bendar Wenang, MS Diamankan PolisiRespon Aduan Warga Melalui Call Center 112, Rayon Patroli Samapta Amankan Pelaku Keributan di SawanganKapolri Dijadwalkan ke Lokasi Gempa, Distribusikan 3.000 SembakoPolri-TNI di Wori Gelar Patroli SibulanRatusan Personel Dikerahkan, Polri Bantu Gempa CianjurPolri dan Penanganan Bencana AlamPolisi Amankan Terduga Pelaku Pembunuhan di Ranoyapo, ini MotifnyaPolri Kerahkan Brimob hingga Tim Trauma Healing Bantu Penanganan Gempa CianjurTim ROTR Polresta Manado Amankan Seorang Warga Tuminting Bawa Pedang SamuraiDiduga Cabuli Anak Tiri Berulang Kali, IB Diamankan Tim Resmob Polres BitungPolda Sulut Gelar Apel Penyambutan Personel Purna Tugas Pengamanan KTT G20 BKO Polda BaliDirektur Intelkam Pimpin Program “Polda Sulut Goes to Church” di GMIM BethesdaPolisi Amankan Terduga Pelaku Penganiayaan di Wawonasa SingkilTim Resmob Polres Bitung Amankan Pelaku Pencurian Tiga Handphone di MaesaAntisipasi Kerawanan Malam Akhir Pekan, Satsamapta Polresta Manado Tingkatkan PatroliCegah Peredaran Narkoba, Polresta Manado Razia Tempat Hiburan MalamPolres Minsel dan Bhayangkari Beri Bantuan untuk Balita Sakit di ModoindingTerkabul Harapan Para Pengungsi Kiwirok, Merayakan Natal di Kampung HalamanPersonel Polresta Manado Bersama Petugas Damkar dan Warga Padamkan Kebakaran di Teling AtasRespon Laporan Warga, Polisi Amankan Satu Pria Mabuk yang Buat Keributan di Paal 4Tim Resmob Polres Kotamobagu Amankan Pelaku Pencurian Sebuah HP di MogolaingJumat Bacerita, Polres Minsel Dengarkan Langsung Aspirasi MasyarakatSambut HUT ke-51, Korpri Polda Sulut Gelar Bakti Sosial ke Panti AsuhanPolres Kepulauan Talaud dan Jajaran Gelar 'Jumat Curhat', Bahas Situasi KamtibmasKapolda Sulut Dengar Langsung Info Warga Melalui “Jumat Curhat”Tekan Gangguan Kamtibmas, Polres Bitung Rutin Gelar PatroliMobil SIM Keliling Polres Kepulauan Talaud Siap Melayani WargaKabulkan Harapan Warga, Operasi Damai Cartenz Siap Kawal Pemulangan Pengungsi KiwirokPolres Kotamobagu Dampingi Vaksinasi PMK pada Hewan TernakPolresta Manado Serahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus Korupsi PT. PegadaianKapolda Sulut Buka Kejurda Auto Moto Drag Race HUT ke-19 Kabupaten MinutKTT G20 Berjalan Lancar, Polri Ucapkan Terima Kasih ke Masyarakat, Wisatawan hingga PecalangDiduga akan Mengedarkan Obat Keras di Jalan Samrat, Pria ini Diamankan Polresta ManadoTim Resmob Polresta Manado Amankan Dua Terduga Pelaku Curanmor di KleakSemangat Melayani, Personel Muslim Polres Kepulauan Talaud Serahkan Bantuan di Masjid BowombaruKapolres Talaud Gelar Ngopi Bareng Warga, Ngobrol Masalah KamtibmasPersonel TNI dan Polri Gelar Patroli Bersama di MelonguaneJalin Silaturahmi dan Sinergitas, Kapolda Sulut Kunjungi Danlantamal VIII ManadoMasuki Musim Hujan, Kabid Humas Polda Sulut Ingatkan Warga agar Berhati-hatiKapolda Bali Pantau Pengamanan Pintu Masuk Area Tahura MangroveKapolres Didampingi Kasat Lantas Sosialisasikan Program Baper Lantas di SMA Negeri 2 BitungKapolda Bali Terjun Langsung Kawal Pengamanan Presiden Prancis yang Jalan Kaki 2 KilometerAipda Herdianto Mamonto Berikan Pembinaan Rohani di MTS N 1 KotamobaguKapolres Bitung Kunjungi Personel yang Sakit dan Berikan SemangatPatroli Gunakan Kendaraan Listrik, Polwan dan Kowad Bersinergi Jaga Keamanan Penyelenggaraan KTT G20Kapolri: Sampai Saat ini Pengamanan KTT G20 Berjalan Lancar dan Tak Ada GangguanTingkatkan Kemitraan dan Sinergitas, Kapolda Sulut Terima Kunjungan Pengurus PWIPolri Lakukan Penebalan Pengamanan KTT G20 di Kuta, Seminyak dan LegianKapolda Sulut Launching Website Simapta dan Buka FGD Harkamtibmas TerintegrasiApresiasi Kinerja Personel, Kapolresta Manado Berikan PenghargaanMelihat Lebih Dekat Strategi Polri Amankan KTT G20Polda Sulut Gelar Syukuran HUT ke-77 Korps Brimob PolriMaksimalkan Kinerja, Kapolres Bitung Pantau Ruang Pelayanan MasyarakatRayakan HUT Brimob ke-77, Kapolri: Semoga Sukses Mengamankan KTT G20Polda Sulut Sosialisasikan Penggunaan Kendaraan Listrik ke PersonelTNI-Polri dan Stakeholder Terkait Siap Amankan Porprov Sulut XI di Bolmong dan KotamobaguPertebal Keamanan KTT G20, Polri Gelar Patroli Skala SedangPerkuat Sinyal Komunikasi Pengawalan G20, Div TIK Polri Siagakan Repeater Mobile Di Titik Blank SpotIntip Teknologi Canggih Korlantas Pantau Kelancaran Jalur Tamu VVIP KTT G20 Bali

MERAWAT KEBHINEKAAN

15 Jun 2017 - 09:06
(Oleh: DR. Dra. Benedicta J. Mokalu, MSi / Sosiolog Unsrat)

(Oleh: DR. Dra. Benedicta J. Mokalu, MSi / Sosiolog Unsrat)

BKKBN memperkirakan pada tahun 2020 hingga 2030 Indonesia akan mengalami bonus demografi. Bonus demografi didefiniskan sebagai suatu fenomena di mana struktur penduduk sangat menguntungkan dari sisi pembangunan karena jumlah penduduk usia produktif sangat besar, sedang proporsi usia muda sudah semakin kecil dan proporsi usia lanjut belum banyak. Sehingga yang dibutuhkan oleh negara ini adalah pembangunan fisik dan pembangunan manusia. Pembangunan fisik lebih diutamakan membangun infrastruktur guna membebaskan masyarakat daerah terpencil dari kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan. Selanjutnya pembangunan manusia dilakukan melalui pendidikan dengan ketersediaan semua sarana prasarana kebutuhan pendidikan. Infrastruktur yang baik dan sumberdaya manusia yang punya daya saing akan berguna baik dalam membangun juga merekatkan kebinekaan bangsa dalam satu cita rasa dan karsa.
Presiden Jokowi bekenaan dengan peringatan hari lahir Pancasila pada hari Kamis 1 Juni 2017 di Gedung Pancasila menegaskan kembali komitmen kebangsaan. Berikut petikan pidato: “Kita juga harus waspada terhadap segala bentuk pemahaman dan gerakan yang tidak sejalan dengan Pancasila. Pemerintah pasti bertindak tegas terhadap organisasi-organisasi dan gerakan-gerakan yang anti-Pancasila, anti-UUD 1945, anti-NKRI, anti-Bhinneka Tunggal Ika. Pemerintah pasti bertindak tegas jika masih terdapat paham dan gerakan komunisme yang jelas-jelas sudah dilarang di bumi Indonesia. Sekali lagi, jaga perdamaian, jaga persatuan, dan jaga persaudaraan di antara kita. Mari kita saling bersikap santun, saling menghormati, saling toleran, dan saling membantu untuk kepentingan bangsa. Mari kita saling bahu-membahu bergotong royong demi kemajuan Indonesia. Kita Indonesia. Kita Pancasila. Semua Anda Indonesia, semua Anda Pancasila. Saya Indonesia. Saya Pancasila.”
Cuplikan pidato Presiden Jokowi ini sangat sarat makna. Dalam konteks Indonesia kekinian,kami mencoba membahasakan secara harafiah pesan tersebut. Jelas, pidato Presiden Jokowi ini tidak punya niat retorika pencitraan.
Pertama, ajakan kembali ke jati diri dan martabat bangsa. Pidato Presiden Jokowi ini lebih sebuah ajakan bagi semua warga bangsa supaya dalam hidup berbangsa berjalan di jalan yang benar, berjalan sesuai aturan hukum yang berlaku. Jangan lupa ada 250 –an juta warga bangsa dengan beraneka  ragam bahasa,agama,suku,juga karakter. Diibaratkan 250 –an juta pengendara terjebak dalam satu jalan yang sama. Sikap yang benar adalah tidak boleh berhenti di tengah jalan, terkecuali semua kendaraan berhenti. Tidak boleh bergerak maju sebelum kendaraan di depan bergerak maju. Tidak boleh mundur ke belakang karena ada banyak kendaraan sedang antri. Kondisi seperti ini memaksa semua pengendara supaya tetap siaga, pandangan harus lurus ke depan dan sesekali memperhatikan posisi kendaraan lain di sisi kiri dan sisi kanan dengan menggunakan kaca spion. Mengapa demikian? Karena jalur yang ada di sisi kanan dan sisi kiri sudah ada kendaraan lain yang mau lewat. Kalau semua pengendara semaunya saja, niscaya akan terjadi kecelakaan. Demikian halnya dalam hidup bersama. Ketika seorang atau sekelompok orang hidup menurut maunya sendiri,tidak mau peduli dan peka dengan orang yang di sebelah kanan dan kiri,di muka dan di belakang maka dengan sendirinya terjadi konflik. Oleh karena itu,sikap memaksakan kehendak kepada orang lain hanya dilakukan oleh orang-orang idiot. Pasti tidak akan pernah dilakukan oleh orang dengan labeling ‘pemimpin’ karena tidak ada pemimpin di negeri ini otaknya masih jongkok.
Kedua,harus kritis, jujur dan tulus dalam tutur kata dan tindakan. Sebuah pengakuan jujur dan tulus bahwa sebagai sebuah bangsa kita sudah kehilangan arah dan tujuan hidup berbangsa dan bernegara. Semua tanda disintegrasi bangsa ini sudah sangat jelas ada di depan mata. Sayangnya, mayoritas warga bangsa ini masih mabuk dengan kebanggaan semu, berupa: “Kita hidup rukun dan damai,semua orang mencintai bangsa ini,tidak akan ada pengkianat bangsa,kita bangsa besar,kita bangsa kaya raya,bangsa ini contoh hidup bertoleransi.” Ini benar-benar aneh,masa boom sudah meledak di mana-mana,sudah banyak korban berjatuhan sia-sia toh kita belum mau sadar juga. Berpikir positif terhadap bangsa sendiri itu baik adanya,tetapi harus realistis dan harus kritis. Fakta membuktikan suasana sosial politik bangsa akhir-akhir ini dipenuhi dengan intrik tipu daya,hoax,saling fitnah,persekusi,politik dengan mengedepankan isu SARA, menggunakan panji agama untuk saling cekal,menggunakan mimbar agama untuk menyebar perang kebencian,dllnya. Akhibatnya, saat ini sangat sulit kita pisahkan agama dengan politik karena pada waktu bersamaan mimbar agama dan mimbar politik menggunakan bahasa yang sama yakni menyebar pemusuhan dan rasa benci. Kondisi seperti ini lagi-lagi membuat kita pusing sendiri. Mengapa demikian? Katanya mimbar agama itukan untuk menyebar kebaikan,kesejukan,rasa aman dan nyaman. Sehingga banyak orang meyakini semua bunga di depan rumah hingga di ladang tersenyum ceriah. Bahkan dunia binatang juga bisa tersenyum sehingga bisa naik kelas menjadi lebih manusiawi. Hanya saja patut disayangkan di tengah euphoria suka cita ini ternyata tidak berlaku bagi sebagian warga bangsa ini (manusia), karena mereka justru lebih memilih mengubah status dari manusia menjadi kebinatangan.
Bonus demografi tahun 2020 sebagai kesempatan emas sudah di depan mata. Tetapi kita masih saja berkutat dipusaran masalah-masalah yang tersisa dari zaman perjuangan yang ditandai dengan isu-isu murahan,dipenuhi dengan muatan saling benci dan saling dendam. Sebagai bahan refleksi: Mengapa kita masih saja belum mau beranjak naik kelas? Mengapa kita mau saja percaya pada ajaran dan ajakan yang mengedepankan permusuhan dan benci? Mengapa kita tidak mau belajar dari pengalaman bangsa-bangsa lain yang hancur lebur tatanan sosial sebagai bangsa? Mengapa sebagian dari  kita sangat sulit menerima kenyataan bahwa semua perbedaan itu sudah usang dan kini  saatnya bergandengan tangan untuk membangun bangsa?
Merawat kebinekaan sebagai bentuk implementasi nilai-nilai luhur Pancasila adalah sebuah keharusan karena kita tidak mau dikenal sebagai negara gagal. Sekalipun fakta bahwa dalam banyak hal,selama tujuh puluh dua tahun kita hidup bersama dalam satu atap kebinekaan bangsa Indonesia sebagian dari kita masih sulit merasakan hangatnya nafas kebersamaan. Tidak masalah,selama kita mau belajar cara bernafas yang benar, yakni; belajar sabar,belajar memberi,belajar mengalah,belajar hidup berdampingan dengan orang-orang yang berbeda,belajar tahan diri,belajar bertanya,belajar menolak melakukan yang berlawanan dengan (norma agama,hukum dan budaya bangsa),belajar tidak salahkan orang lain. Karena hanya dengan banyak belajar orang bisa menjadi lebih pintar dan dengan banyak ilmu orang menjadi lebih bijak. Mari kita bersama-sama merawat kebinekaan bangsa dengan tekad yang sama: Kita Indonesia. Kita Pancasila. Semua Anda Indonesia, semua Anda Pancasila. Saya Indonesia. Saya Pancasila.

Bagikan :

KOMENTAR