Kapolri Paparkan Langkah Jangka Pendek dan Menengah Tangani Erupsi Gunung SemeruKapolda Sulut Jemput 3 Korban Perdagangan Orang di Bandara SamratTerbang ke Lumajang, Kapolri Tinjau Langsung Korban Erupsi Gunung SemeruPolri dan Polisi Selandia Baru Tandatangani Kerjasama Pencegahan dan Pemberantasan Kejahatan TransnasionalViral Info Penculikan Anak, Kabid Humas Polda Sulut: itu Hoax, Masyarakat Jangan Mudah PercayaKapolres AKBP Yuli Kurnianto Dukung Penuh Pelaksanaan Tugas Tim Saber Pungli Kota TomohonCegah Covid-19 dan Gangguan Kamtibmas, ini yang Dilakukan Polsek TagulandangPolsek Beo Bubarkan Kegiatan Mabaris Tanpa Protokol Kesehatan di Desa MatahitPolsek Miangas Serahkan Bingkisan Natal Kepada Tokoh Adat dan Personel yang Bertugas di Ujung Utara NKRIRespons Cepat, Polsek Maesa Evakuasi Pohon Tumbang di Jalan AA Maramis BitungKepercayaan Masyarakat kepada Polri Naik Jadi 80,2%Polri Gelar Operasi Kemanusiaan Aman Nusa II Tanggulangi Erupsi Gunung SemeruBegini Sinergitas TNI-Polri di Pulau Miangas dalam Upaya Pencegahan Covid-19Peserta Vaksinasi di Gerai Vaksin Presisi Polres Kotamobagu Capai 1.177 OrangKRYD Malam Minggu Polres Minsel Antisipasi Gangguan Kamtibmas dan Edukasi ProkesTekan Laju Penyebaran Covid-19, Jajaran Polres Kepulauan Sangihe Gencarkan Vaksinasi MassalPolres Boltim Gelar Vaksinasi Massal di DodapSatpolair Polres Kepulauan Talaud Bagikan Masker Gratis ke Nelayan dan Pengemudi SpeedboatTim Gabungan Polres Bitung Amankan Pelaku Penggelapan Uang Puluhan Juta dan Satu Unit Sepeda MotorApel Kasatwil, Kapolri Minta Capaian Positif Penanganan Covid Dipertahankan Hingga Kebiasaan untuk Berbuat BaikJelang Nataru, Polres Kotamobagu Lakukan Door to Door Vaksinasi di Lapak-lapak Pasar SerasiPolisi Olah TKP Lakalantas di Ondong Siau BaratKapolres Minsel Minta Masyarakat Taati Aturan PPKM Level 3 Jelang Natal dan Tahun BaruPolda Sulut Gelar Vaksinasi Keliling di Bunaken ManadoPolda Sulut Gelar Lomba Orasi Unjuk Rasa 2021 Piala KapolriTim Resmob Polres Kotamobagu Amankan Pencuri Handphone yang Beraksi di PobundayanPolres Minut Terima Kunjungan Tim Studi Kelayakan Pembentukan SatpamobvitJelang Natal, Polres Minsel Laksanakan Ops Patuh Samrat - 2021Polsek Bolangitang Amankan Pelaku Penikaman di Biontong 1,5 Jam Usai KejadianTutup Pelatihan TOT Peer Konseling Polda Sulut dan Jajaran, Brigjen Pol Nyoman Lastika: Peserta Sangat AntusiasTim Macan Polresta Manado Amankan Dua Pelaku Penikaman di Lorong Kapal SandarPolresta Manado Amankan Pelaku Curanmor TKP SingkilIni Hasil Operasi Patuh 2021 Polres Kepulauan Talaud di Hari KeduaGelapkan 30 Dos Minuman Bir Milik Toko Grosir, FR Diamankan di Polres KotamobaguPeserta Didik Diktukba Jalani Latja di Polresta dan Polres Jajaran Polda SulutDikunjungi KSAD, Kapolri Pastikan Sinergitas TNI-Polri Dioptimalkan Hadapi Segala Bentuk AncamanSyukuran HUT ke-71 Airud, ini Harapan Kapolda SulutPolsek Gemeh dan Pemerintah Desa Lakukan Pendataan Vaksinasi Warga Secara Door to DoorTemu Tokoh Lintas Agama, Kapolres Bitung: Wujudkan Kamtibmas yang Mantap Diawali dari Diri SendiriPolisi Ringkus Tersangka Persetubuhan Anak Dibawah Umur, di Essang TalaudUngkap Kasus Togel, Resmob Polres Minsel Amankan Seorang Tersangka di SinonsayangPersonel Polda Sulut dan Jajaran Ikuti Pelatihan TOT Peer Konseling, Kerjasama Polri-ICITAPKapolda Sulut Ikuti Upacara HUT ke-71 Airud Secara VirtualKapolda Sulut Hadiri Sarasehan Penanganan Permasalahan Danau TondanoKunjungi Polres Minahasa, Kapolda Sulut: Disiplin Adalah Kunci KeberhasilanKapolda Irjen Pol Mulyatno Buka Musda V KBPP Polri SulutSatreskrim Polres Kotamobagu Amankan Pelaku Curanmor dan Penggelapan HandphoneKapolres Kotamobagu Silaturahmi ke Bupati dan Ketua DPRD Bolmong, Bahas Vaksinasi Hingga Pengamanan Pilsang SerentakOperasi Rutin di Pelabuhan Samudera, Satresnarkoba Polres Bitung Temukan Koper Berisikan CaptikusPolisi Selidiki Lakalantas di Amurang Barat, 1 Warga Meninggal DuniaGatur Lalu Lintas di Area Persekolahan, Satlantas Polres Minsel Razia Ranmor dan Edukasi ProkesAnimo Warga Tinggi, Kapolres Kotamobagu Harap Target Vaksinasi Nasional TercapaiWarga Antusias Ikuti Vaksinasi Serentak Polres BitungPNS Polda Sulut Ikuti Peringatan HUT ke-50 Korpri Secara VirtualPolisi Bantu Bersihkan Pohon Tumbang di Talete Dua TomohonDiakhiri dengan Damai, Polisi Mediasi Kasus Penganiayaan di TinoorKapolda Irjen Pol Mulyatno Ajak Jajaran Korem 131/Santiago Perkuat Soliditas dan SinergitasKapolda Sulut Irjen Pol Mulyatno Kunjungan Silaturahmi ke Markas Kodam XIII/MerdekaRatusan Liter Captikus dan Minol Berbagai Merk Disita Satresnarkoba Polres Minut dalam Razia KepolisianPolsek Maesa Amankan Dua Pelaku Penganiayaan Terhadap Pelajar di BitungPolisi Amankan Tersangka Keributan di Tumatangtang Tomohon SelatanVaksinasi Serentak Indonesia, Polres Minsel Buka Gerai Vaksin di Pasar AmurangKapolda Sulut Tinjau Vaksinasi Serentak di Manado, Imbau Masyarakat Tetap Patuhi ProkesAkselerasi Vaksinasi Serentak Indonesia, Kapolri: Agar Laju Pengendalian Covid-19 saat Nataru Bisa DijagaKapolda Sulut Dampingi Kapolda Papua Dalam Rangka Supervisi Diktukba 2.000 Noken T.A. 2021Kedepankan Prokes Ketat, Polres Minsel Gelar Pengamanan Musda KNPIPolres Kepulauan Talaud Gelar Vaksinasi Massal Serentak di IndonesiaOpz Zebra 2021, Satlantas Polres Bolmong Razia Puluhan Kendaraan Berknalpot BisingSambangi Rumah Warga, Bhabinkamtibmas Polsek Bolaang Uki Ajak Sukseskan VaksinasiPolres Tomohon Gelar Gerai Vaksin Presisi di Aula Parama Satwika, Kapolres: Ayo, Jangan Takut DivaksinRapat Lintas Sektoral, Kapolri Paparkan Strategi Cegah Lonjakan Covid-19 Saat NataruGencarkan Imbauan Vaksinasi, Polres Minsel Ajak Masyarakat Berpartisipasi AktifPersonel Polres Kepulauan Talaud dan Bhayangkari Ikuti Olahraga Bersama30 Karateka Cabang Polres Kepulauan Talaud Laksanakan Ujian Kenaikan TingkatSambut HUT ke-50 Korpri, PNS Polda Sulut Laksanakan Olahraga BersamaKapolres Minut Pantau Proses KBM di SMK Negeri 1 AirmadidiOperasi Zebra Hari ke-11, Polres Kepulauan Talaud Gelar Sosialisasi Prokes dan Bagikan Masker GratisBikin Onar Sambil Bawa Sajam di Pangkalan Ojek, Lima Pemuda Diamankan Polres BitungPolisi Amankan Lelaki DT, Tersangka Pelemparan Kendaraan yang Melintas di Jalan Raya Tomohon-TanawangkoOperasi Zebra Samrat, Polres Minsel Gelar Vaksinasi MobileKapolri Minta Jajaran Fokus Cegah Lonjakan Covid-19 saat Nataru dan Antisipasi Gangguan KamtibmasPolresta Manado Amankan Pelaku Penikaman di Pasar Buah CalacaPolri Gelar Lomba Orasi Unjuk Rasa Peringati Hari HAMItwasda Polda Sulut Rampungkan Audit Kinerja Tahap II TA 2021Polisi Ajak Warga Pulau Miangas Terapkan Prokes 5MGelar KRYD, Polisi Ajak Warga Beo Patuhi Prokes dan Ciptakan KamtibmasEdukasi Prokes, Tim UPRC Polres Minsel Razia Tempat Hiburan dan Lokasi KeramaianKapolres Minsel Ajak Warga Ikut Vaksinasi: Jangan Takut DivaksinKapolda Sulut Silaturahmi ke Rektor Unsrat Manado, ini yang DibahasKapolda Sulut Hadiri Apel Siaga PSDKP Tahun 2021 Dipimpin Menteri Kelautan dan Perikanan RITotosik Amankan Lelaki BAP, Tersangka Pengancaman dan Pengerusakan di TarataraJalin Sinergitas, Kapolres Kotamobagu AKBP Irham Halid Gelar Silaturahmi Kamtibmas Bersama ForkopimdaApel Perdana Kapolres Kotamobagu AKBP Irham Halid, Ini yang DisampaikanArahan di Polres Bitung, Kapolda Sulut: Jaga Kekompakan dalam BertugasRespons Cepat, Satlantas Polres Bitung Ungkap Tabrak Lari di Jalan 46Kapolres Minut Tinjau Gerai Vaksin on the Spot di Bundaran KauditanKapolda Hadiri Penutupan Konferensi Nasional FKUB ke-VI se-Indonesia di ManadoKapolres Kepulauan Talaud Pimpin Sertijab Kapolsek Beo dan Kukuhkan Sejumlah PejabatPolres Kepulauan Sitaro Ikuti Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pilkades Tahun 2021Kunjungan Perdana ke Polres Tomohon, ini Harapan Kapolda Sulut

MERAWAT KEBHINEKAAN

15 Jun 2017 - 09:06
(Oleh: DR. Dra. Benedicta J. Mokalu, MSi / Sosiolog Unsrat)

(Oleh: DR. Dra. Benedicta J. Mokalu, MSi / Sosiolog Unsrat)

BKKBN memperkirakan pada tahun 2020 hingga 2030 Indonesia akan mengalami bonus demografi. Bonus demografi didefiniskan sebagai suatu fenomena di mana struktur penduduk sangat menguntungkan dari sisi pembangunan karena jumlah penduduk usia produktif sangat besar, sedang proporsi usia muda sudah semakin kecil dan proporsi usia lanjut belum banyak. Sehingga yang dibutuhkan oleh negara ini adalah pembangunan fisik dan pembangunan manusia. Pembangunan fisik lebih diutamakan membangun infrastruktur guna membebaskan masyarakat daerah terpencil dari kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan. Selanjutnya pembangunan manusia dilakukan melalui pendidikan dengan ketersediaan semua sarana prasarana kebutuhan pendidikan. Infrastruktur yang baik dan sumberdaya manusia yang punya daya saing akan berguna baik dalam membangun juga merekatkan kebinekaan bangsa dalam satu cita rasa dan karsa.
Presiden Jokowi bekenaan dengan peringatan hari lahir Pancasila pada hari Kamis 1 Juni 2017 di Gedung Pancasila menegaskan kembali komitmen kebangsaan. Berikut petikan pidato: “Kita juga harus waspada terhadap segala bentuk pemahaman dan gerakan yang tidak sejalan dengan Pancasila. Pemerintah pasti bertindak tegas terhadap organisasi-organisasi dan gerakan-gerakan yang anti-Pancasila, anti-UUD 1945, anti-NKRI, anti-Bhinneka Tunggal Ika. Pemerintah pasti bertindak tegas jika masih terdapat paham dan gerakan komunisme yang jelas-jelas sudah dilarang di bumi Indonesia. Sekali lagi, jaga perdamaian, jaga persatuan, dan jaga persaudaraan di antara kita. Mari kita saling bersikap santun, saling menghormati, saling toleran, dan saling membantu untuk kepentingan bangsa. Mari kita saling bahu-membahu bergotong royong demi kemajuan Indonesia. Kita Indonesia. Kita Pancasila. Semua Anda Indonesia, semua Anda Pancasila. Saya Indonesia. Saya Pancasila.”
Cuplikan pidato Presiden Jokowi ini sangat sarat makna. Dalam konteks Indonesia kekinian,kami mencoba membahasakan secara harafiah pesan tersebut. Jelas, pidato Presiden Jokowi ini tidak punya niat retorika pencitraan.
Pertama, ajakan kembali ke jati diri dan martabat bangsa. Pidato Presiden Jokowi ini lebih sebuah ajakan bagi semua warga bangsa supaya dalam hidup berbangsa berjalan di jalan yang benar, berjalan sesuai aturan hukum yang berlaku. Jangan lupa ada 250 –an juta warga bangsa dengan beraneka  ragam bahasa,agama,suku,juga karakter. Diibaratkan 250 –an juta pengendara terjebak dalam satu jalan yang sama. Sikap yang benar adalah tidak boleh berhenti di tengah jalan, terkecuali semua kendaraan berhenti. Tidak boleh bergerak maju sebelum kendaraan di depan bergerak maju. Tidak boleh mundur ke belakang karena ada banyak kendaraan sedang antri. Kondisi seperti ini memaksa semua pengendara supaya tetap siaga, pandangan harus lurus ke depan dan sesekali memperhatikan posisi kendaraan lain di sisi kiri dan sisi kanan dengan menggunakan kaca spion. Mengapa demikian? Karena jalur yang ada di sisi kanan dan sisi kiri sudah ada kendaraan lain yang mau lewat. Kalau semua pengendara semaunya saja, niscaya akan terjadi kecelakaan. Demikian halnya dalam hidup bersama. Ketika seorang atau sekelompok orang hidup menurut maunya sendiri,tidak mau peduli dan peka dengan orang yang di sebelah kanan dan kiri,di muka dan di belakang maka dengan sendirinya terjadi konflik. Oleh karena itu,sikap memaksakan kehendak kepada orang lain hanya dilakukan oleh orang-orang idiot. Pasti tidak akan pernah dilakukan oleh orang dengan labeling ‘pemimpin’ karena tidak ada pemimpin di negeri ini otaknya masih jongkok.
Kedua,harus kritis, jujur dan tulus dalam tutur kata dan tindakan. Sebuah pengakuan jujur dan tulus bahwa sebagai sebuah bangsa kita sudah kehilangan arah dan tujuan hidup berbangsa dan bernegara. Semua tanda disintegrasi bangsa ini sudah sangat jelas ada di depan mata. Sayangnya, mayoritas warga bangsa ini masih mabuk dengan kebanggaan semu, berupa: “Kita hidup rukun dan damai,semua orang mencintai bangsa ini,tidak akan ada pengkianat bangsa,kita bangsa besar,kita bangsa kaya raya,bangsa ini contoh hidup bertoleransi.” Ini benar-benar aneh,masa boom sudah meledak di mana-mana,sudah banyak korban berjatuhan sia-sia toh kita belum mau sadar juga. Berpikir positif terhadap bangsa sendiri itu baik adanya,tetapi harus realistis dan harus kritis. Fakta membuktikan suasana sosial politik bangsa akhir-akhir ini dipenuhi dengan intrik tipu daya,hoax,saling fitnah,persekusi,politik dengan mengedepankan isu SARA, menggunakan panji agama untuk saling cekal,menggunakan mimbar agama untuk menyebar perang kebencian,dllnya. Akhibatnya, saat ini sangat sulit kita pisahkan agama dengan politik karena pada waktu bersamaan mimbar agama dan mimbar politik menggunakan bahasa yang sama yakni menyebar pemusuhan dan rasa benci. Kondisi seperti ini lagi-lagi membuat kita pusing sendiri. Mengapa demikian? Katanya mimbar agama itukan untuk menyebar kebaikan,kesejukan,rasa aman dan nyaman. Sehingga banyak orang meyakini semua bunga di depan rumah hingga di ladang tersenyum ceriah. Bahkan dunia binatang juga bisa tersenyum sehingga bisa naik kelas menjadi lebih manusiawi. Hanya saja patut disayangkan di tengah euphoria suka cita ini ternyata tidak berlaku bagi sebagian warga bangsa ini (manusia), karena mereka justru lebih memilih mengubah status dari manusia menjadi kebinatangan.
Bonus demografi tahun 2020 sebagai kesempatan emas sudah di depan mata. Tetapi kita masih saja berkutat dipusaran masalah-masalah yang tersisa dari zaman perjuangan yang ditandai dengan isu-isu murahan,dipenuhi dengan muatan saling benci dan saling dendam. Sebagai bahan refleksi: Mengapa kita masih saja belum mau beranjak naik kelas? Mengapa kita mau saja percaya pada ajaran dan ajakan yang mengedepankan permusuhan dan benci? Mengapa kita tidak mau belajar dari pengalaman bangsa-bangsa lain yang hancur lebur tatanan sosial sebagai bangsa? Mengapa sebagian dari  kita sangat sulit menerima kenyataan bahwa semua perbedaan itu sudah usang dan kini  saatnya bergandengan tangan untuk membangun bangsa?
Merawat kebinekaan sebagai bentuk implementasi nilai-nilai luhur Pancasila adalah sebuah keharusan karena kita tidak mau dikenal sebagai negara gagal. Sekalipun fakta bahwa dalam banyak hal,selama tujuh puluh dua tahun kita hidup bersama dalam satu atap kebinekaan bangsa Indonesia sebagian dari kita masih sulit merasakan hangatnya nafas kebersamaan. Tidak masalah,selama kita mau belajar cara bernafas yang benar, yakni; belajar sabar,belajar memberi,belajar mengalah,belajar hidup berdampingan dengan orang-orang yang berbeda,belajar tahan diri,belajar bertanya,belajar menolak melakukan yang berlawanan dengan (norma agama,hukum dan budaya bangsa),belajar tidak salahkan orang lain. Karena hanya dengan banyak belajar orang bisa menjadi lebih pintar dan dengan banyak ilmu orang menjadi lebih bijak. Mari kita bersama-sama merawat kebinekaan bangsa dengan tekad yang sama: Kita Indonesia. Kita Pancasila. Semua Anda Indonesia, semua Anda Pancasila. Saya Indonesia. Saya Pancasila.

Bagikan :

KOMENTAR