Tribratanewsjateng – SS (40), warga Dusun Dampit, Desa Losari Kabupaten Temanggung, yang mengaku sebagai anggota Brimob dihajar massa, lantaran ketahuan mencuri sarang burung walet di Dusun Krajan, Kecamatan Pringsurat. Beruntung nyawanya berhasil diselamatkan petugas dari Polsek Pringsurat.
Kasubbag Humas Polres Temanggung AKP Henny Widiyanti mengatakan, saat menjalankan aksinya SS yang merupakan residivis hingga pernah ditembak oleh petugas ini, menggunakan kaos Brimob warna cokelat. Hal itu diduga untuk mengelabuhi dan menakuti warga agar aksi pencuriannya bisa berjalan mulus, terbukti dari sekian kali beraksi selalu aman.
“Jadi tertangkapnya SS itu berdasar laporan warga yang mencurigai ada sepeda motor diparkir di kebun tepat berada di belakang rumah sarang walet, sekitar pukul 00.30. Lalu selang setengah jam warga berhasil menangkap pelaku berikut barang bukti dan menghajarnya hingga babak belur,” ujarnya Senin (5/10).
Berdasarkan informasi rumah sarang burung walet itu memang sudah lama tidak terurus karena merupakan tanah warisan yang diduga masih menjadi sengketa milik sebuah keluarga. SS sendiri diduga memanfaatkan hal itu untuk melakukan pencurian.
Tersangka SS ketika ditanya wartawan mengaku memang telah melakukan pengamatan sebelum melakukan aksinya. Dia terlebih dahulu menjebol empat gembok pintu rumah sarang walet, lalu menggantinya dengan kunci gembok baru. Dengan demikian, dia leluasa setiap saat mengambil sarang walet seolah seperti pemiliknya.
Saat ditanya mengapa dia memakai kaus beridentitas Brimbob, SS mengelak jika dituduh sengaja menggunakan modus sebagai Brimob gadungan.
Dia mengaku membeli kaus Brimob itu dua tahun lalu di Parakan. Polisi pun tidak percaya begitu saja atas pengakuan SS termasuk yang mengaku baru satu kali mencuri sarang walet.
“Saya baru sekali saja mencuri sarang walet, dengan cara menjebol gembok pakai gergaji besi lalu saya ganti baru agar orang tidak curiga. Tapi soal pakaian Brimob ini, saya tidak mengaku sebagai Brimob kok, saya ini petani,”akunya.
Dari catatan hitam kepolisian SS merupakan residivis kambuhan yang sudah beberapa kali masuk bui karena kasus kriminal.
(Humas Polres Temanggung)

