MANADO, Humas Polda Sulut – Pastori atau tempat tinggal pendeta di kompleks Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Hossana, Mamahan, Gemeh, Talaud, terbakar pada Senin (07/10/2019), sekitar pukul 18.30 WITA.
Kapolsek Gemeh, Ipda Priyuhakri Tumade membenarkan adanya kejadian tersebut. Dikatakannya, malam itu sedang mati lampu. Pendeta Sarlis Suku, selaku Gembala GPdI Hossana hendak menambah minyak di lampu pelita yang sedang menyala.
Nahas, tiba-tiba api lampu pelita menyambar minyak di jerigen yang dipegang oleh Pendeta Sarlis. “Api membakar tangan Pendeta Sarlis, dan minyak yang tersambar api tumpah ke atas meja makan lalu menyambar pakaian yang dikenakan oleh anak lelaki Pendeta, Arta Monim (8),” ujar Kapolsek.
Tak ayal, tubuh Arta pun ikut terbakar. ‘Si jago merah’ semakin mengganas hingga menjalar ke dalam kamar. Seketika itu juga Pendeta Sarlis dan anaknya berlari menyelamatkan diri. Sementara api terus membakar dan menghanguskan sebagian besar bangunan pastori itu.
Arta yang mengalami luka bakar cukup serius kemudian dibawa ke Puskesmas Gemeh dan didiagnosa oleh tim medis mengalami luka bakar stadium tiga. Arta selanjutnya dirujuk ke RSUD Mala untuk mendapatkan perawatan intensif. Sedangkan Pendeta Sarlis mengalami luka bakar di tangan kirinya.
Kapolsek menambahkan, saat itu personel Polsek Gemeh sedang berpatroli di sekitar TKP. Personel bersama warga kemudian berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. “Api berhasil dipadamkan beberapa saat kemudian. Kejadian ini dalam penanganan lebih lanjut,” pungkasnya.

