Humas, Polda Sulut – Senin (13/06) Guna menciptakan rasa aman, nyaman dan tentram jelang Ramadhan, Polda Sulut mulai memetakan sejumlah lokasi rawan aksi tindak pidana. Di mana, sejumlah tempat yang berpotensi terjadinya aksi kejahatan makin diperketat penjagaannya.
“Ya semua aksi terror, baik itu tawuran antar kampong, copet, mabuk, begal motor maupun aksi tindak pidana lain. Dalam hal ini kita memetakan karakteristik tingkat kerawanan dan dimana saja lokasi-lokasinya,” terang Kapolda Sulut, Brigjen Pol Wilmar Marpaung melalui Kabid Humasnya AKBP Wilson Damanik.

Hal itu dilakukan agar semua masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa merasa aman. Dijelaskan pula, demi memaksimalkan pengamanan, pihaknya menurunkan ribuan personel non muslim.
“Jadi mereka melakukan patroli selama 1X24 jam. Selain petugas polisi, pengamanan ini juga melibatkan stakeholder terkait. Untuk mengantisipasi terjadinya tindakan criminal, kita juga sudah menurunkan tim pengaman disejumlah lokasi dan daerah Sulut.

“Ini adalah agenda tahunan Polda Sulut dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Anggota non muslim dikerahkan karena kami juga menghormati mereka (anggota Muslim) yang sedang menunaikan ibadah.  Makanya, anggota non muslim yang lebih diutamakan.
“Bukan Cuma di bulan Ramadhan saja. Jika ada kegiatan keagamaan lainnya seperti Natal dan Tahun Baru, kita lebih dominan umat Muslim yang dikerahkan. Ya saya berharap Ramadhan hingga Idul Fitri situasi Kamtibmas di Sulut aman-aman saja”.