
MANADO, Humas Polda Sulut – Sebanyak 336 personel Polres Bitung dibantu BKO Sat Brimob, Direktorat Polair, Tim Khusus Manguni Ditreskrimum Polda Sulut bersama TNI, Sat Pol PP dan Dinas Perhubungan, amankan jalannya upacara ‘Pinasungkulan Pinaesaan’ (tradisi adat ‘Tou Minahasa’ atau orang Minahasa), yang digelar di kantor Walikota Bitung, Rabu (27/07/2016) sekitar pukul 12:00 WITA.
Pelaksanaan upacara adat kali ini mengangkat tema ‘Umbanua Maesa-esaan Nate Waya’ (Semua Kampung Berkumpul Bersama, Menjadi Satu Hati yang Besar), yang mengandung maksud mempererat tali persaudaraan seluruh putra putri orang Minahasa baik yang ada di tanah Minahasa, perantauan maupun yang sudah kembali dari perantauan menjadi satu hati dalam kebersamaan menuju cita-cita yang besar.

Dalam upacara adat Pinasungkulan Pinaesaan tersebut, dilaksanakan ritual adat yaitu ‘Taratak Foso’ (ritual agama adat malesung tertinggi), untuk menjaga dan mensejahterakan masyarakat di Kota Bitung dan ritual adat Pasela (penanaman batas wilayah adat bersama penjaganya) yang akan dilaksanakan di tiga lokasi yaitu, Kelurahan Batu Putih Atas kompleks Benteng Resort, Kelurahan Aertembaga Satu kompleks Perikani Bitung dan Kelurahan Sagerat batas Kota Bitung.
Sebelum ritual ini dimulai, para peserta upacara menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan teks Pancasila dan UUD 1945 serta pembacaan ikrar Minahasa Bersatu sebagai bukti bahwa orang Minahasa merupakan rakyat Indonesia yang patuh pada hukum, taat serta setia pada Pancasila dan NKRI. Selanjutnya kegiatan diisi dengan ibadah dan berdoa menurut keyakinan umat Kristiani meminta pertolongan Opo Wana Natas’se atau Tuhan Yang Maha Esa, agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan lancar.
Rangkaian upacara adat ini berjalan dengan aman dan tertib, meski sempat diguyur hujan. Turut hadir dalam kegiatan ini diantaranya, Wakil Walikota Bitung Ir. Maurits Mantiri, beserta Sekkot Bitung Drs. Malton Andalangi dan Forkopimda, Kapolres Bitung AKBP Reindolf Unmehopa, Kasdim 1310 Bitung Mayor Inf. Qomari, Tokoh Agama, Tokoh Adat, pimpinan Ormas dan tamu undangan lainnya.
