Tribratanewsjateng – Maraknya pemberitaan mengenai Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara), jajajaran Kepolisian Sektor Bumiayu Brebes terus mendalami atas kejadian Laporan kehilangan satu Keluarga yang menimpa Purwaningsih (57) warga Desa Dukuhturi Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes. Hal ini diketahui saat yang bersangkutan melaporkan kejadian hilangnya anggota keluarga semenjak pertengahan Desember 2015 yang lalu di Mapolsek Bumiayu Polres Brebes, Selasa (12-1-2016).
Kepala Kepolisian Sektor Bumiayu AKP Joko Witanto, SH.MH menyampaikan bahwa yang bersangkutan datang ke Polsek Bumiayu untuk melaporkan kehilangan tujuh anggota keluarganya. Menurut pengakuan saat diperiksa petugas ketujuh orang tersebut masing – masing adalah Rifqi Nurdin (35) beserta istrinya Siti Juromah (34), Pipit Agustina (32) adik Rifqi, serta Bilqis (13), Abidal (7), Nabila (10) dan Rufina (3) yang merupakan anak dari Rifki dan Siti Juronah.
Berdasaran keterangan dari Kapolsek Bumiayu, bahwa ketujuh anggota yang masih satu keluarga itu meninggalkan rumah (menghilang) sejak pertengahan Desember 2015 yang lalu. “Dari pengakuan pelapor bahwa anggota keluarganya telah meninggalkan rumah pada hari Selasa tanggal 15 Desember 2015, sekira pukul 06.00 Wib”, kata Kapolsek.
Kapolsek juga menambahkan bahwa kejadian berwal sekitar 2 Minggu sebelum pergi meninggalkan rumah, Rifqi Nurdin sering di datangi tamu dengan menggunakan Kbm warna putih yang blm diketahui jenis Kendaraan bermotor tersebut. Kemudian pada hari Minggu tanggal tanggal 13 Desember 2015 meminta ijin akan pergi ke Medan dengan tujuan usaha bersama saudara dan meminta uang kepada orang tuanya Ibu Purwaningsih sebesar Rp.11.000.000 ( sebelas juta rupiah ).
“Kemudian pada hari Selasa tanggal 15 Desember 2015,sekira pukul 06.00 Wib Sdr. Rifqi cs meninggalkan rumah dengan menggunkan Kendaraan bermotor warna putih yang belum diketahui jenisnya”, tambah Kapolsek. “Untuk sementara perihal laporan kehilangan ini kami dalami dulu sambil memeriksa beberapa keterangan dari saksi –saksi yang mengetahui peristiwa ini”, pungkas Kapolsek.
(Sarinto Hms Res BBS)
