MANADO, Humas Polda Sulut – Satsabhara Polres Bolsel (Bolaang Mongondow Selatan) bersama Yon B Satbrimob Polda Sulut melakukan survei dan mapping daerah terdampak bencana alam di Kecamatan Helumo dan Tomini, Kabupaten Bolsel, Sabtu (08/08/2002).

Kegiatan dipimpin oleh Danyon B Satbrimob Polda Sulut, Kompol Aloysius Londar dan Kasatsabhara Polres Bolsel, Iptu Junaidi Chandra Pulukadang. Melibatkan personel Yon B Satbrimob, Satsabhara Polres Bolsel, Komunitas Pemuda Pemudi Peduli Bencana Kabupaten Bolsel, Komunitas Diving Bolsel, dan para relawan.

Diawali dengan apel pagi gabungan di posko sementara Satbrimob di Desa Toluaya. Sekitar pukul 11.00 WITA rombongan menuju Desa Bakida, Kecamatan Helumo untuk mengecek lokasi pendirian Pos Pelayanan Brimob, survei sumber air untuk mobil water treatment, dan pengecekan lokasi tambatan perahu karet untuk mobilisasi bantuan lewat laut.

“Juga pengecekan pembangunan jembatan darurat, penertiban pungutan liar oleh oknum warga terhadap pejalan kaki maupun pengendara,” ujar Kasatsabhara. Petugas kemudian mendata korban yang telah menerima bantuan dari Polda Sulut.

Dalam kesempatan ini pula, dilakukan pendistribusian bantuan secara langsung oleh Komunitas Pemuda Pemudi Peduli Bencana Kabupaten Bolsel.

Sekitar pukul 13.30 WITA, rombongan tiba di jembatan Desa Sinandaka yang terputus akibat diterjang banjir beberapa waktu lalu. Petugas berkoordinasi dengan pekerja jembatan darurat tentang progres pengerjaan.

Rombongan melanjutkan kegiatan dengan menyambangi lokasi pengungsian di Desa Pakuku Jaya, yang ditempati oleh 28 kepala keluarga korban bencana. Di sini, petugas berkoordinasi dengan penanggungjawab pengungsian dan Sangadi (Kepala Desa) Pakuku Jaya.

Di antaranya terkait hal-hal yang dibutuhkan oleh masyarakat, terutama kebutuhan yang harus segera dipenuhi. Sekaligus koordinasi rencana kegiatan trauma healing yang akan dilaksanakan oleh Satbrimob, Polres Bolsel dan Komunitas Pemuda Pemudi Peduli Bencana Kabupaten Bolsel.

“Selanjutnya kami meninjau lokasi banjir dan memetakan hal-hal yang dapat dilakukan untuk membantu pemulihan korban bencana,” jelas Kasatsabhara.

Ketika di lokasi pengungsian di Desa Milangodaa Barat yang ditempati 48 kepala keluarga, tim juga mendatakan kebutuhan para pengungsi yang harus segera dipenuhi. Di lokasi ini rencananya juga akan diadakan trauma healing seperti di Pakuku Jaya.

Kegiatan diakhiri dengan peninjauan posko pengumpulan dan pendistrbusian bantuan di Kecamatan Tomini, serta koordinasi data korban di kecamatan setempat.

Sementara itu Danyon B Satbrimob menerangkan, berdasarkan hasil survei maka pada Minggu posko sementara Brimob dipindahkan ke Desa Bakida, Kecamatan Helumo. “Agar lebih dekat dengan lokasi bencana,” jelasnya.

Lanjut Danyon, pihaknya akan mengoperasikan mobil water treatment di Desa Bakida. “Untuk melayani kebutuhan air bersih bagi 350 kepala keluarga,” pungkasnya.