Tribratanewsjateng – Jajaran Polres Purbalingga akan tetap mengawasi eks Gafatar yang dievakuasi dari Kalimantan Barat. Hal itu diungkapkan Kapolres Purbalingga AKBP Anom Setyadji, SIK, di sela-sela pelepasan kirab replika Piala Jenderal Soedirman di Desa Bantarbarang, Kecamatan Rembang, Kamis (21/01).
“Ada 24 warga sini yang dinyatakan hilang, untuk nama-namanya termasuk alamatnya sudah kami serahkan dan kordinasikan dengan pihak Polda Jawa Tengah maupun Pihak Pemprov, apakah ada di rombongan yang menurut kabar hari ini Jum’at (22/01), tiba di pelabuhan Tanjungmas Semarang.
Selain itu, kami akan menjaga dan mengawal warga eks Gafatar tersebut, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pemerintah setempat agar bisa menerima mereka dan tidak mengucilkan mantan anggota eks Gafatar tersebut.
“Juga Polisi akan kawal dan hadir ditengah masyarakat, menjaga mereka (eks Gafatar), baik keselamatan maupun asetnya,” ujarnya.
Seperti diberitakan, seribu lebih warga eks-Gafatar bermukim di tiga wilayah di Kalimantan Barat, yaitu di Buluraya, Mentapaweh dan Sampit. Mereka dievakuasi oleh pemerintah menyusul aksi pengusiran warga setempat.
Untuk diketahui sebanyak 24 warga asal Kabupaten Purbalingga dipastikan menghilang sejak beberapa waktu lalu dan hingga saat ini keberadaannya belum diketahui. Diduga mereka bergabung dengan ormas Gafatar. Warga yang hilang tersebut terdiri dari berbagai latar belakang, mulai dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) hingga warga masyarakat lainnya.
(Arif – Humas Polres Purbalingga)
