badrodin-haiti-dua

Tribratanews.com- Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti menegaskan pihaknya sangat serius mengusut tuntas kasus pembunuhan bocah berusia delapan tahun, Engeline. Demi memudahkan dalam melakukan pemeriksaan dugaan kasus pembunuhan ini, Polri mengirimkan seorang ahli psiko-antropologi Universitas Indonesia Profesor Ronny Nitibasakara. Rencananya, Hari ini, Kamis (18/6/2015), Prof Roni Nitibasakara langsung akan diterbangkan ke Denpasar, Bali.

Pihak kepolisian sendiri, sebelumnya telah menggunakan lie detector (alat uji kebohongan) saat memeriksa dua tersangka dalam kasus pembunuhan Engeline, yakni Agus dan ibu angkat Engeline, Mergrieth. Keikutsertaaan Prof Ronny guna melakukan pengamatan dan analisa terhadap Agus dan Mergrieth.

“Keteraangan Agus yang berubaha-ubah itu nantinya bisa dilihat ahli psiko-antropologi apakah jujur atau tidak,” kata Kapolri.

Badrodin menambahkan, kejujuran keteranagan tersangkan juga bisa dideteksi melalui psiko-antropologi. hasil pengamatan tersebut nantainya menjadi bahan bagi tim penyidik.

“Karena keterangan tersangka ini kan sering berubah-ubah. Nah ini memerlukan satu keterangan ahli untuk bisa mengatakan, mana keterangan yang betul atau semuanya salah atau mungkin ada benarnya. Sehingga dari situ kita dalami lagi kemungkinan pelaku lain atau memang pelakunya dia sendiri,” tukasnya.(it)