tribratanewsjateng – Peristiwa tak terduga terjadi dalam bus Mulyo nomor polisi AA 1648 CD hari Selasa (19 /1) kemarin. Sekitar pukul 09.30 WIB saat melaju di Desa Lebeng Kecamatan Sumpiuh, seorang penumpang meninggal dunia di dalam bus jurusan Purwokerto-Yogyakarta tersebut.
Korban diketahui bernama Slamet Muaqwam (65), pria yang beralamat di Desa Kebarongan Kecamatan Kemranjen. Kejadian bermula ketika pukul 09.15, korban naik bus Mulyo dari Desa Kebarongan dengan tujuan ke RS PKU Muhammadiyah Gombong. Namun ketika perjalanan baru sampai Desa Lebeng, tiba-tiba korban terjatuh di dalam bus, Kedua orang saksi, Hadi Suparman (45) dan Abdulah (51), memberitahukan kepada saksi Slamet (44) dan segera membawa ke Puskesmas I Sumpiuh untuk diberi pertolongan. Namun setelah diperiksa oleh petugas dari puskesmas I Sumpiuh, ternyata korban sudah meninggal dunia. Tak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan.
Kapolsek Sumpiuh, AKP Warsono mengatakan, korban membawa identitas berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) serta kartu berobat, sehingga petugas kepolisian dapat segera menghubungi keluarga. “Korban membawa KTP, sehingga bisa cepat menghubungi keluarga,” ujar Kapolsek saat mengevakuasi jasad.
Dia juga menjelaskan, pihak keluarga korban menerangkan bahwa korban sedang menderita sakit anemia dan rencana akan berobat ke RS PKU Gombong.
“Keluarga mengatakan korban akan berobat, karena sakit anemia, keluarga korban bisa menerima kejadian tersebut,” ujarnya.
Warsono menambahkan, korban kemudian dibawa pulang untuk dimakamkan di Desa Kebarongan. “Tadi yang mengambil merupakan keluarga dan perangkat desa,” imbuhnya.
(hindra – humas polres banyumas)

