
Tribratanews.com – Kepolisian Sektor Metro Setiabudi, Jakarta Selatan saat ini mengembangkan sebuah aplikasi pintar bernama Sistem Informasi Kriminal. Dengan aplikasi ini, daerah rawan kejahatan samapi level Kelurahan bisa dipantau.
Kapolsek Setiabudi AKBP M Arsal Sahban, SH, SIK, MM, MH mengatakan bahwa pihaknya membangun aplikasi Sistem Informasi Kriminal ini bekerjasama dengan perusahaan IzzyTrack yang bergerak dibidang Teknologi Informasi.
Pertimbangan utama dibuatnya aplikasi ini adalah tingkat kejahatan yang tinggi dengan modus operandi yang selalu berkembang. “Ini menjadi tantangan tersendiri bagi petugas kepolisian. Karenanya, untuk mengikuti perkembangan dunia kejahatan, Polri harus selalu melakukan analisa dan evaluasi terhadap perkembangan kejahatan dan modus operandi yang digunakan oleh pelaku kejahatan,” kata AKBP M Arsal Sahban.
Apalagi, katanya, jumlah personil yang terbatas, ditambah jumlah kejahatan yang tinggi membuat personil polri semakin tidak punya waktu yang cukup untuk melakukan pemetaan terhadap anatomi kejahatan.
“Sistem pintar ini mampu melakukan analisa dan evaluasi kerawanan suatu wilayah seperti jam-jam kerawanan suatu wilayah, daerah rawan kriminalitas, kejahatan yang sedang berkembang serta modus kejahatan yang sedang berkembang dan Pola Kejahatannya.” kata AKBP Arsal.
Informasi yang diperoleh dari Sistem juga dapat digunakan oleh unit Sabhara dalam menentukan rute patroli, unit reskrim dalam menentukan Kring Serse, Unit Intel dalam Pulbaket, dan unit Binmas dalam menentukan wilayah sambang.
Kedepan, sistem ini dapat digabungkan dengan SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian), untuk melihat catatan kepolisian seseorang. Sehingga pengeluaran SKCK dapat dilampiri catatan kepolisian seseorang secara valid dan aktual. Hal ini karena semua informasi bersumber pada Database Informasi Kriminal yang telah dibangun oleh Polsek Metro Setiabudi Restro Jakarta Selatan.
[Div-Humas]
