IMG_8076Tribratanewsjateng – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah yang di wakili Kabid humas Kombes Pol Lililk S. menggelar Press Release akhir tahun 2015 di Gedung Borobudur, Rabu (30/12).

Kabid humas  memaparkan kepada awak media terkait sejumlah informasi kegiatan oleh Polda jawa tengah dalam melaksanakan tugas pokoknya selama tahun 2015.

Secara umum, ada enam hal pokok yang disampaikan Kabid humas dalam press release ini yaitu aspek pembinaan, aspek operasional, operasi kepolisian selama 2015, inovasi Polda Jawa Tengah dan harapan serta himbauan dari Polda untuk masyarakat jawa tengah.

Dari aspek pembinaan , jumlah personil Polda Jawa tengah masih mengalami kekurangan personil sejumlah 1221 personil,

Rasio Polisi Polda Jateng Tahun 2015, Ren Stra Th. 2010-2014 1:600 untuk mencapai jumlah tersebut diperlukan 58.162 pers, dan pers polda yang saat ini adalah 34.503. Karena renstra belum tercapai maka diperlukan penambahan 23.659 pers

Kasus pelanggaran polisi yang menonjol pada tahun 2016 adalah kasus perampokan yang dilakukan oleh anggota brimob terhadap mobil pengambil uang di daerah Boyolali dan sudah ditangani secara professional

Data dari aspek operasional khususnya bidang lalu lintas tercatat pelanggaran lalu lintas tahun 2015 jumlah penindakan tilang dibandingkan tahun 2014 mengalami penurunan sejumlah 7,27%  dan penindakan dengan teguran simpatik kepada para pelanggar lalu lintas mengalami kenaikan sebanyak 1,12%.

Dari tahun 2015 sejumah 1.859.924 hal ini disebabkan makin meningkatnya kesadaran berlalu lintas masyarakat dan beberapa kegiatan operasi lalu lintas yang dilakukan oleh Polri khususnya Polda Jawa Tengah, adapun kecelakaan lalu lintas yang menonjol salah satunya yaitu terjadi keceakaan pada jalan tol Jalan TOL lingkar Jangli yang terjadi pada Bulan februari 2015 yang menelan korban sebanyak 16 jiwa, dan sekitar 50 orang mengalami luka berat dan ringan.

Dari bidang kriminalitas jumlah tindak pidana yang dilaporkan mengalami penurunan dibandingkan tahun 2014 dari 16.818 menjadi 14.392, penyelesaian tindak pidana mengalami penurunan dan prosentase penyelesaian perkara mengalami kenaikan 0,1%.

Hal ini disebabkan masih kurang meratanya kemampuan penyidik dalam penyelesaian perkara sehingga, proses penyelesaian perkara belum menunjukkan progress yang menggembirakan, adapun kasus menonjol yang harus menjadi perhatian masyarakat pada tahun 2016 yaitu kasus dengan modus baru yaitu “memakai busi sebagai alat pemecah kaca” yang berhasil diringkus pada hari kamis bulan November tahun 2015 oleh Ditreskrimum Poda Jateng.

Kasus menonjol yang lain yaitu kejahatan konvensional berupa terorisme kegiatan terorisme yang masih terjadi di Wilayah Jawa Tengah terutama pada daerah Sukoharjo, selain hal tersebut kejahatan konvensional yang lain adalah penanganan kasus Narkoba mengalami penurunan penyelesaian perkara dari 1279 menjadi 1213 kasus hal ini disebabkan dikarenakan penanganan bersifat pencegahan berupa, penanganan rehabilitasi terhadap pemakain narkoba. Dalam hal operasi kepolisian yang dilaksanakan oleh Polda Jateng telah melaksanakan beberapa operasi baik yang bersifat prefentif maupun represif terhadap munculnya gangguan tindak pidana, demikian pula permasalahan menonjol di akhir tahun yang sedang berkembang di masyarakat yaitu pembuatan terompet dari bahan sampul Al Quran dan telah dilakukan penanganan secara professional oleh polri dengan melakukan sweeping kepada pedagang-pedangang terompet serta melakukan pemeriksaan kepada beberapa saksi baik di Polres ataupun Polda Jateng dan terompet yang berhasil disita 1276 terompet+2,3 ton kertas+9 lembar kertas dan 25 saksi telah diperiksa dengan resume sementara bahwa tidak ada unsur kesengajaan pada pembuatan terompet tersebut

Pak Liliek menambahkan kebakaran besar masih mengalami kenaikan yaitu yang terjadi pada 9 mei 2015 “Kebakaran Pasar Johar” yang mengakibatkan ribuan pedagang kehilangan mata pencaharian dan satu lagi kasus yang menghebohkan yaitu kebakaran Mapolda Jateng pada 30 september 2015 yang disebabkan oleh korsleting listrik

Dan pada tahun 2015 fokus operasi kepolisian yaitu pada pelaksanaan operasi ketupat dan operasi natal dan tahun baru 2016, yaitu operasi pelayanan sosial Pori kepada masyarakat atau disebut juga operasi kemanusiaan dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pengamanan kepada masyarakat lebaran, natal dan tahun baru 2016.

Inovasi yang dilaksanakan oleh Polda Jateng dalam memberikan informasi secara berimbang terhadap kegiatan dan keberhasilan polri yang selama ini diterima masyarakat secara tidak berimbang yaitu dengan membuat media atau website yang bernama tribratanews yang diharapkan dapat mengisi sekaligfus menjembatani kepentingan Polri dan masyarakat, sehingga kepercayaan dan citra polri di mata masyarakat meningkat.

Diharapkan pada tahun 2016 pelayanan terhadap masyarakat meningkat sehigga Polri dapat melindungi, melatyani dan mengayomi serta dipercaya oleh masyarakat.

(AKBP M. Iqbal ASik – Kasubdit PID Humas Polda Jateng)