Artis, seniman, dan selebritis datangi Bareskrim. Foto: Tribunews
Artis, seniman, dan selebritis datangi Bareskrim. Foto: Tribunews

Kabareskrim Komisaris Jenderal Budi Waseso mengungkapkan bahwa sudah memetakan lokasi diduga penyebaran musik bajakan. Begitu juga dengan para ‘pemainnya’. Langkah ini dilakukan untuk merespon laporan puluhan artis yang mendatangi Bareskrim Mabes Polri, minggu lalu.

Komjen Buwas menegaskan, polisi akan menindak semua pihak yang bermain dalam lingkaran pembajakan, mulai dari yang membajak sampai ke pihak yang mengedarkan.

“Kita akan tindaklanjuti ke seluruh Indonesia. (Yang ditindak) semuanya. Semuanya ya baik peredarannya, aksi pembajakannya,” kata pria yang akrab disapa Buwas itu di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (27/5/2015).

“Saya sudah memetakan, tinggal tunggu laporan ini aja. Laporan inilah yang akan mendasari anak buah saya melakukan tindak penyidikan. Penegakan hukum itu harus tuntas, dari hulu sampai ke hilir,” kata Budi Waseso.

Terkait maraknya pembajakan hak cipta lagu, sejumlah artis mendatangi Bareskrim Mabes Polri, Rabu (27/5/2015). Mereka mengadukan maraknya pembajakan di Indonesia sudah menjadi ‘budaya’ yang perlu ditindak tegas. Pasalnya, pembajakan tidak mengembangkan daya kreativitas dan inovasi seseorang untuk berkarya.

Vokalis Dewa 19 Elvando Mekel atau dikenal Once Mekel menyatakan maksud kedatangan mereka di Mabes Polri bukan hanya menegakkan keadilan terhadap seniman atau aktor saja, namun untuk memerangi pembajakan di segala bentuk hasil karya. “Ini bukan masalah mendasar hanya di seniman saja, sebab ketika hak cipta tidak dihormati maka kreatifitas dan inovasi tidak bergairah,” ungkapnya kepadaobsessionnews.com.

Menurut Vokalis pria terbaik Indonesia ini, terkungkungnya daya kreatif dan inovasi seseorang akan mengakibatkan masyarakat tidak memiliki daya saing. “ Pembajakan masyarakat hanya akan jadi masyarakat konsumtif dan kita akan kalah dengan bangsa-bangsa lain,” tandasnya.

“Kami ingin menyampaikan kepada masyarakat kalau sekarang ini kita menghadapi masalah mengenai hak karya itu. Masyarakat perlu menyadari hak cipta itu bagian kemajuan bangsa, sebab kemajuan bangsa itu tergantung sekali dengan hak cipta dan kreatifitas,” terangnya.

Vokalis kelahiran Makassar ini pun menilai maraknya pembajakan di Indonesia sudah menjadi persoalan bangsa, bukan hanya persoalan personal para artis.

“Masalah kita bukan masalah seniman atau masalah artis ini masalah bangsa, mungkin kita mulai dari artis karena yang kelihatan itu. Bukan saja melindungi soal lagu tapi segala prestasi harus dilindungi dan diapresiasi,” tuturnya.

“Tanpa ada jaminan perlindungan hak cipta dari negara maka tidak ada rangsangan untuk mencipta. Bukan saja soal lagu, misalnya berprestasi untuk membuat busana, baju atau mainan itu semua memerlukan perlindungan hak cipta,” ujar Once.[red]