
MANADO, Humas Polda Sulut – Menyikapi berbagai perkembangan yang terjadi akhir-akhir ini, segenap elemen masyarakat Sulawesi Utara yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Pemerintah Daerah, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan organisasi kemasyarakatan lainnya menyatukan tekad dalam ikrar kebangsaan, yang digelar di halaman Mapolda Sulut, Rabu (2/11/2016).
Dalam kegiatan yang bertajuk Apel Kebangsaan ini, seluruh yang hadir bertekad dalam satu ikrar untuk menolak kelompok radikalisme, pro kekerasan dan intoleransi serta paham ISIS. menolak berbagai macam pungutan liar, menolak berbagai macam isu-isu yang berkembang yang ingin memecah belah persatuan, memberantas penyalahgunaan narkoba serta berkomitmen menjaga stabilitas kamtibmas di Sulawesi Utara.
Apel Kebangsaan sekaligus pengukuhan Tim Saber Pungli ini dipimpin oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey, yang dihadiri juga oleh Kapolda Sulut Irjen Pol Drs. Wilmar Marpaung dan Pejabat Forkopimda Sulawesi Utara.
Pengucapan ikrar ini menurut Gubernur sebagai upaya menegakkan hukum, melindungi dan mengayomi serta melayani masyarakat guna menjamin terwujudnya rasa aman, tentram, adanya kepastian hukum dan mampu memenuhi harapan masyarakat serta tuntutan masyarakat di Sulawesi Utara.
“Kegiatan ini juga sebagai upaya untuk meningkatkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” ujar Gubernur.
Hal tersebut menurutnya demi terciptanya situasi yang kondusif pada bumi nyiur melambai Sulawesi Utara.
Pada Apel kebangsaan tersebut juga diberikan penghargaan kepada tiga orang yang mewakili institusinya masing-masing yaitu Serma D. D. Laheping (Babinsa Koramil 02 Wenang), Bripka Vengky Songke (Bhabinkamtibmas) dan Harson Mokodompit (Kepala Dusun IV Desa Pair Putih, Kecamatan Sang Tombolang). Ketiganya mendapat penghargaan karena berperan aktif dalam pembinaan kamtibmas di daerahnya masing-masing.
Kegiatan Apel Kebangsaan yang diikuti kurang lebih 600 peserta dan dilaksanakan juga di Kabupaten/Kota se-Sulut ini, ditutup dengan rangkaian Doa Bersama dari lima Pemuka Agama yang ada di Sulawesi Utara.

