
Tribratanews.com – Sedikitnya ada lima Perwira Tinggi polisi yang berniat mengikuti seleksi Calon Pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Desmond Junaidi Mahesa, menyatakan siapa saja bisa ikut seleksi calon pimpinan KPK.
“Semua warga negara berhak,” tegasnya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (2015/06/22).
Namun demikian, Desmond mengingatkan kepada semua pihak untuk tidak menjadikan KPK sebagai batu loncatan.
Politisi Partai Gerankan Indonesia Raya (Gerindra) ini lantas mendaftar kasus-kasus yang manampar keras para pemimpin KPK. Seperti Abraham Samad yang terkena kasus dugaan pemalsuan dokumen dan desas-desus keinginannya menjadi wakil presiden untuk mendampingi Joko Widodo.
“KPK itu dijadikan batu loncatan untuk hidup selanjutnya. Itu kan masalah buat kita.” kata Desmond.
[Iman Firmansyah]
