Kendal – Tim gabungan dari Polres Kendal menindak tegas puluhan motor yang bersiap untuk melakukan balap liar di jalan menuju Pelabuhan Kendal, Sabtu 19 September 2015. Dengan operasi yang sudah terencana ini membuat para pemuda yang nongkrong di area yang kerap dijadikan untuk arena balap liar ini lari berhamburan mencoba menghindari sergapan petugas. Namun para pemotor tidak berkutik karena akses jalan menuju pelabuhan sudah ditutup Polisi dan jalan keluar telah dihadang oleh dua truk Dalmas.
Kedatangan petugas yang secara tiba-tiba dengan menggunakan berbagai kendaraan dinas ini sontak membuat kaget para pemuda yang nongkrong sore itu. Puluhan petugas pun langsung turun dan menyergap mereka yang berusaha kabur. Sebagian pasrah mengikuti instruksi petugas tapi ada beberapa pemuda yang nekad menceburkan diri ke dalam tambak disekitar lokasi untuk menghindari kejaran petugas. Namun usahanya kali ini lagi-lagi gagal karena kesigapan petugas dilapangan. Akhirnya mereka kembali naik ke jalan dan bersedia mengikuti perintah petugas. Razia balap liar ini bagian dari pelaksanaan operasi yang ditingkatkan untuk memberantas penyakit masyarakat.
Kepala Bagian Operasi Polres Kendal AKP Ariyanto Salkeri, SH, MH yang memimpin langsung jalannya operasi mengatakan, “ Polisi sudah mengamati lokasi-lokasi yang kerap dijadikan balap liar. Diperkirakan masih ada lokasi lain yang kerap dipakai untuk ajang balap liar semacam ini. Dan secara rutin Polres Kendal akan melaksanakan kegiatan razia untuk memberikan efek jera bagi para pelakunya ”. Razia balap liar dilakukan menanggapi laporan dan keluhan masyarakat juga untuk memberikan rasa aman terhadap pengguna jalan lainnya.
Seratusan motor dikenakan tilang dan 40 motor ditahan karena tidak dilengkapi dengan surat kendaraannya. Saat ini seluruh kendaraan hasil razia diamankan di Polres Kendal. Kendaraan tersebut baru boleh diambil setelah melengkapi surat kendaraan, termasuk kelengkapan dan komponen standar kendaraan. Bagi pelajar yang terjaring razia didata dan nantinya akan mendapatkan pembinaan khusus. Razia akan kembali digelar oleh Kepolisian berdasar pantauan di lapangan.

