MANADO, Humas Polda Sulut – Kenaikan status Polda Sulut dari tipe B menjadi tipe A harus juga dibarengi dengan meningkatnya kinerja personil Polda Sulut dan jajaran.
Pernyataan tersebut dilontarkan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Drs. Badrodin Haiti saat memberikan arahan kepada 3400 personil jajaran Polda Sulut, baik Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS Polri yang hadir di Manado Convention Centre (MCC), Jumat (20/5/2016).
Dimana, kunjungan Kapolri ke Polda Sulut, sesaat setelah Menteri PAN dan RB RI mengeluarkan surat pengalihan status Polda Sulut dari tipe B menjadi tipe A, tertanggal 17 Mei 2016.
Menurut Kapolri, Polisi wajib hadir di tengah-tengah masyarakat untuk melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat. “Polisi harus dekat dengan masyarakat,” tegasnya.
Kondisi masyarakat yang saat ini menuntut pelayanan yang lebih baik dari polisi, menurutnya harus direspon dengan baik oleh Polri. “Masyarakat ingin pelayanan yang cepat, mudah dan bebas dari pungli,” kata Kapolri.
Terkait dengan masalah penegakkan hukum, Kapolri menegaskan persoalan ini harus dilakukan dengan tegas tanpa diskriminasi serta sesuai prosedur hukum namun tetap harus perhatikan nilai-nilai keadilan bagi masyarakat.
Menghadapi dinamika sosial dimana era persaingan semakin ketat dan kompetitif, Kapolri minta kepada seluruh personil untuk terus meningkatkan produktifitas, etos kerja dan meningkatkan daya saing.
“Tinggalkan pola-pola tradisi lama yang tidak dapat merespon perubahan, serta manfaatkan teknologi yang berkembang pesat saat ini,” ujarnya.
Beliau juga menekankan agar personil Polri lebih meningkatkan kecepatan kinerja dimana harus cepat merespon keluhan masyarakat.
Kapolri juga minta kepada jajaran Itwasda dan Propam untuk lebih sigap dalam mengawasi kinerja personil Polri, terutama terkait keluhan dan complain yang datang dari masyarakat.
Beliau menegaskan Pemimpin yang hebat adalah yang membuat anak buahnya hebat. “Pemimpin yang hebat harus turun langsung ke lapangan berbaur dengan anggotanya, pilih prioritas tugas yang paling berat, paling beresiko, paling berbahaya, di tempat itulah pimpinan harus berada,” tegas Jenderal bintang empat ini.
Untuk mengantisipasi aksi terorisme, Kapolri perintahkan untuk lebih menggiatkan operasi cipta kondisi mengeliminir potensi ganguan yang ada, meningkatkan frekuensi kegiatan yang bersifat pre emtif dan preventif.
“Identifikasi, dekati dan sentuh kelompok-kelompok yang berkecenderungan radikal serta berpotensi melakukan aksi kekerasan, serta waspada dan jangan ragu melakukan penindakan hukum terhadap kelompok radikal yang biasa melakukan aksi sweeping,” tegas Kapolri.
Beliau juga minta jalin kerja sama dengan tokoh masyarakat, tokoh agama dan kelompok masyarakat lainnya untuk menangkal perkembangan paham radikalisme.
Dalam arahannya tersebut, Kapolri juga didampingi oleh Kabaharkam Polri, As SDM Polri, As Rena Polri dan Kapolda Sulut Brigjen Pol Drs. Wilmar Marpaung, SH.
Usai pengarahan kepada personil Polda Sulut, Kapolri bersama rombongan langsung menuju Bandara Sam Ratulangi selanjutnya bertolak kembali ke Jakarta.



