13404015_141516276266027_5608843862103151999_o

MANADO, Humas Polda Sulut – “Tidak ada anak yang salah, yang salah adalah orang tuanya. Tidak ada anggota yang salah, yang salah adalah komandannya”. Begitu ungkapan Kapolres Minsel AKBP Arya Perdana, SH, SIK, MSi, saat memimpin pelaksanaan apel pagi, Kamis (9/6/2016), di halaman Mapolres Minsel.

Hal tersebut disampaikannya terkait pelaksanaan apel pagi yang terlambat tujuh menit dari biasanya. Karena merasa bersalah, Kapolres pun melakukan push up dihadapan anak buahnya.

“Saya selaku pimpinan disini bertanggungjawab atas segala hal yang menyangkut tindakan dan perbuatan setiap personil,” tegas Kapolres.

“Menjadi polisi yang baik itu harus bisa merubah perilaku diri sendiri dulu baru bisa merubah orang lain. Sungguh hal yang mustahil kita bekerja melayani masyarakat, sementara kita tidak datang tepat waktu, kita harus mengakui bahwa apa yang kita lakukan saat ini merupakan wujud pengingkaran terhadap jati diri kita, polisi yang adalah pelopor ketertiban di ruang publik,” lanjutnya.

13320805_141516216266033_992893976435320023_o

Usai menyampaikan arahannya tersebut, tiba-tiba Kapolres langsung membuka penutup kepalanya dan mengambil sikap push up. Sikap Push Up merupakan simbol rasa bersalah dalam dunia kepolisian.

Melihat pimpinannya melakukan push up, seluruh personil pun tanpa perintah langsung mengikutinya sebagai wujud kebersamaan dan bukti soliditas segenap jajaran Polres Minsel.

“ Saya sangat mengharapkan, keterlambatan pelaksanaan apel pagi ini adalah yang pertama dan yang terakhir terjadi di lingkungan kita, buktikan bahwa kita mampu berubah, tunjukan bahwa kita bisa menjadi polisi-polisi yang memiliki nilai, memiliki harga diri dan memiliki tanggungjawab yang tinggi untuk melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat,” tutup Kapolres Minsel.

(Humas Polres Minsel)