img-20161101-wa0015

MANADO, Humas Polda Sulut – Kasus penculikan terjadi di daerah tambang Likupang, Selasa (1/11/2016) siang sekira pukul 10.30 wita. Penculikan terjadi terhadap salah satu pimpinan PT. MSM yang bergerak di bidang tambang ini.

Informasi yang diperoleh, korban diculik dan dibawa ke suatu tempat.

Karyawan PT. MSM yang mendengar informasi tersebut langsung melaporkan kejadian itu di Polsek Likupang. Kapolsek secara berjenjang melaporkan kepada Kapolres Minut dan diteruskan informasi tersebut kepada Kapolda Sulut.

Mendengar informasi penculikan tersebut, Kapolda Sulut Irjen Pol Drs. Wilmar Marpaung, SH langsung memerintahkan Tim Barracuda Bhayangkara yang standby setiap saat di Mako Polda untuk bergerak menuju sasaran.

img-20161101-wa0014

Saat tiba di lokasi, Tim Barracuda dihadang oleh massa yang sangat banyak. Akhirnya Tim Barracuda menurunkan Tim negosiator yang berusaha untuk meredakan situasi yang sudah sangat memanas hingga menjurus anarkis. Namun massa tetap tidak bergeming bahkan berusaha melawan petugas.

Akhirnya sesuai Protap Kepolisian, Tim Barracuda mengambil langkah tegas untuk menghalau massa yang semakin beringas dan anarkis. Dengan kemampuan mumpuni yang dimiliki Tim Barracuda Bhayangkara, massa berhasil dikendalikan dan Pimpinan PT. MSM yang sempat disandera massa berhasil dibebaskan.

Skenario pembebasan sandera dan menghadapi massa yang beringas tersebut merupakan bagian dari latihan yang dilakukan Tim Barracuda Bhayangkara Polda Sulut.

Latihan ini disaksikan langsung Wakapolda Sulut Brigjen Pol Drs. Sutrisno Yudi Hermawan dan beberapa Pejabat Utama di halaman PT. MSM Likupang, Selasa siang.

Beliau berharap Tim ini mampu menjadi teladan dan panutan bagi anggota lainnya dan seluruh lapisan masyarakat.

Tim ini merupakan perkuatan yang dapat digerakkan kapan dan di mana saja, atau dengan istilah ‘power on hand’. “Satgassus Barracuda Bhayangkara Polda Sulut nantinya akan ditugaskan untuk menangani kejadian yang berimplikasi kontijensi seperti, huru hara, unjuk rasa anarkis, konflik sosial, bencana alam bahkan kejahatan lintas negara seperti narkotika, penyelundupan, illegal fishing, human trafficking, terorisme, pembajakan dan sebagainya,” ujar Wakapolda.