MANADO, Humas Polda Sulut – Tim Manguni 1 Ditreskrimum Polda Sulut dipimpin Katim Iptu Dorman Liwo, mengamankan CS alias Cindy (19), terduga pengedar obat keras jenis Trihexyphenidyl, Rabu (14/09/2016) malam.
Terungkapnya kasus ini berawal dari informasi seorang netizen berinisial GK, di akun Face Book (FB) ‘MANGUNI TEAM 123 Reskrimum’. GK memberitahukan bahwa ia melihat status di FB seseorang, disertai foto seorang perempuan yang sedang memegang senjata tajam (sajam) dan sejumlah obat keras.
Berdasarkan informasi dari GK, tim di bawah asuhan Dirreskrimum Polda Sulut, Kombes Pol Pitra Ratulangi ini, segera merespons dengan melakukan penyelidikan cyber. Hasilnya, Tim Manguni 1 berhasil ‘mencengkeram’ CS di rumahnya, di Kecamatan Pineleng.
Saat ditangkap CS ternyata baru saja pulang usai pesta minuman keras (miras) di rumah salah seorang temannya, di Desa Pandu, Kecamatan Bunaken, Manado. CS mengaku, ia hanya pemakai saja dan obat keras itu milik LS alias Yusuf (24), warga Kecamatan Wenang, Manado.
Bermodal pengakuan CS, tim segera melakukan pengembangan dan pengejaran. LS akhirnya berhasil diringkus di rumah kakaknya, di Desa Kamangta, Kecamatan Tombulu, Minahasa. LS mengaku memiliki 60 strip obat Trihexyphenidyl, namun sebagian besar telah terjual dan hanya tersisa 1 strip (7 tablet).
Ditambahkannya, obat keras berwarna kuning tersebut biasanya ia jual seharga Rp 25 ribu per strip, berisi 10 tablet. Dalam penggeledahan, tim juga menemukan sebilah sajam jenis pisau besi putih.
Sementara itu, Dirreskrimum Polda Sulut dalam postingannya di akun FB ‘MANGUNI TEAM 123 Reskrimum’ menerangkan, tersangka beserta barang bukti telah diserahkan ke Polresta Manado guna menjalani proses hukum.
Dalam postingan tersebut, Dirreskrimum juga mengucapkan terimakasih atas informasi dari netizen, sehingga kasus ini bisa terungkap. “Terima kasih atas info berguna. Hasilnya bisa hentikan satu per satu praktek perusak moral generasi muda. Semoga praktek-praktek (kejahatan) lainnya juga bisa diungkap dan diberantas. Salam Manguni Lovers Banua Manado,” pungkasnya.

