ter
Tribratanewssulut.com – Tim Manguni Kepolisian Daerah Sulawesi Utara, menangkap EAS alias Evan (18) warga Sumompo Kapleng Manado pelaku yang diduga membuat teror lewat dunia maya.

Dir Reskrimum Polda Sulut Kombes Pol Pitra Ratulangi, menjelaskan, berawal dari laporan masyarakat via akun FB Manguni Team 123 Lovers Reskrimum pada hari Kamis (11-02-2016) bahwa akun FB milik pelaku atas nama Ervan Adrian Screeamo telah memuat postingan-postingan tentang teror bom terhadap masyarakat serta penistaan agama.

Pelaku mengajak agar mengikuti dia, bagi mereka yang sudah tidak percaya Tuhan lagi, dan juga mengupload gambar yang bersangkutan memegang salib terbalik.serta gambar benda bom rakitan.

Berdasarkan laporan tersebut, Tim Manguni 1 dibawah pimpinan Iptu Fandy Bau dan crew langsung melakukan penelitian cyber dan penyelidikan, dan pada hari Jumat (12-02-2016) berhasil menangkap pelaku tanpa perlawanan di rumahnya.

Dari keterangan pelaku, benda menyerupai bom yang didapat dari rumahnya ternyata dibuat di rumah temannya RU alias Risky (18). RU kemudian juga diamankan bersama-sama dengan EAS bersama barang bukti yaitu benda mirip bom, salib, dan hp yang digunakan untuk meneror.

Dari hasil interogasi menurut Dir Reskrimum, Pelaku mengatakan hanya ingin membuat sensasi.

“Yang bersangkutan nekat berbuat begitu karena dilatarbelakangi perasaan depresi dan tertekan dari orang tuanya serta ingin mencari perhatian,” jelas Kombes Pitra.

Saat ini kedua pelaku telah diserahkan ke Subdit Jatanras Dit Reskrimum Polda Sulut. Dirreskrimum menilai perbuatan pelaku sudah sangat meresahkan masyarakat dan telah mencederai kerukunan beragam di Sulut.

“Diimbau kepada seluruh orang tua untuk selalu memberi kasih sayang kepada anak-anaknya karena anak adalah titipan Tuhan untuk kita jaga dan urus agar menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan negara kelak,” hmbau Dir Reskrimum.

Sementara itu Kabid Humas Polda Sulut AKBP Wilson Damanik menyayangkan adanya aksi konyol warga lewat dunia maya dengan menebar teror dan penistaan agama tersebut. Beliau berharap tindakan ceroboh tersebut jangan ditiru oleh warga atau nitizen lainnya.

“Mari kita semua menjaga agar Sulawesi Utara ini tetap aman, rukun dan damai, torang Samua basudara,” harap AKBP Wilson Damanik.

[Humas Polda Sulut]