Dikunjungi KSAD, Kapolri Pastikan Sinergitas TNI-Polri Dioptimalkan Hadapi Segala Bentuk AncamanSyukuran HUT ke-71 Airud, ini Harapan Kapolda SulutPolsek Gemeh dan Pemerintah Desa Lakukan Pendataan Vaksinasi Warga Secara Door to DoorTemu Tokoh Lintas Agama, Kapolres Bitung: Wujudkan Kamtibmas yang Mantap Diawali dari Diri SendiriPolisi Ringkus Tersangka Persetubuhan Anak Dibawah Umur, di Essang TalaudUngkap Kasus Togel, Resmob Polres Minsel Amankan Seorang Tersangka di SinonsayangPersonel Polda Sulut dan Jajaran Ikuti Pelatihan TOT Peer Konseling, Kerjasama Polri-ICITAPKapolda Sulut Ikuti Upacara HUT ke-71 Airud Secara VirtualKapolda Sulut Hadiri Sarasehan Penanganan Permasalahan Danau TondanoKunjungi Polres Minahasa, Kapolda Sulut: Disiplin Adalah Kunci KeberhasilanKapolda Irjen Pol Mulyatno Buka Musda V KBPP Polri SulutSatreskrim Polres Kotamobagu Amankan Pelaku Curanmor dan Penggelapan HandphoneKapolres Kotamobagu Silaturahmi ke Bupati dan Ketua DPRD Bolmong, Bahas Vaksinasi Hingga Pengamanan Pilsang SerentakOperasi Rutin di Pelabuhan Samudera, Satresnarkoba Polres Bitung Temukan Koper Berisikan CaptikusPolisi Selidiki Lakalantas di Amurang Barat, 1 Warga Meninggal DuniaGatur Lalu Lintas di Area Persekolahan, Satlantas Polres Minsel Razia Ranmor dan Edukasi ProkesAnimo Warga Tinggi, Kapolres Kotamobagu Harap Target Vaksinasi Nasional TercapaiWarga Antusias Ikuti Vaksinasi Serentak Polres BitungPNS Polda Sulut Ikuti Peringatan HUT ke-50 Korpri Secara VirtualPolisi Bantu Bersihkan Pohon Tumbang di Talete Dua TomohonDiakhiri dengan Damai, Polisi Mediasi Kasus Penganiayaan di TinoorKapolda Irjen Pol Mulyatno Ajak Jajaran Korem 131/Santiago Perkuat Soliditas dan SinergitasKapolda Sulut Irjen Pol Mulyatno Kunjungan Silaturahmi ke Markas Kodam XIII/MerdekaRatusan Liter Captikus dan Minol Berbagai Merk Disita Satresnarkoba Polres Minut dalam Razia KepolisianPolsek Maesa Amankan Dua Pelaku Penganiayaan Terhadap Pelajar di BitungPolisi Amankan Tersangka Keributan di Tumatangtang Tomohon SelatanVaksinasi Serentak Indonesia, Polres Minsel Buka Gerai Vaksin di Pasar AmurangKapolda Sulut Tinjau Vaksinasi Serentak di Manado, Imbau Masyarakat Tetap Patuhi ProkesAkselerasi Vaksinasi Serentak Indonesia, Kapolri: Agar Laju Pengendalian Covid-19 saat Nataru Bisa DijagaKapolda Sulut Dampingi Kapolda Papua Dalam Rangka Supervisi Diktukba 2.000 Noken T.A. 2021Kedepankan Prokes Ketat, Polres Minsel Gelar Pengamanan Musda KNPIPolres Kepulauan Talaud Gelar Vaksinasi Massal Serentak di IndonesiaOpz Zebra 2021, Satlantas Polres Bolmong Razia Puluhan Kendaraan Berknalpot BisingSambangi Rumah Warga, Bhabinkamtibmas Polsek Bolaang Uki Ajak Sukseskan VaksinasiPolres Tomohon Gelar Gerai Vaksin Presisi di Aula Parama Satwika, Kapolres: Ayo, Jangan Takut DivaksinRapat Lintas Sektoral, Kapolri Paparkan Strategi Cegah Lonjakan Covid-19 Saat NataruGencarkan Imbauan Vaksinasi, Polres Minsel Ajak Masyarakat Berpartisipasi AktifPersonel Polres Kepulauan Talaud dan Bhayangkari Ikuti Olahraga Bersama30 Karateka Cabang Polres Kepulauan Talaud Laksanakan Ujian Kenaikan TingkatSambut HUT ke-50 Korpri, PNS Polda Sulut Laksanakan Olahraga BersamaKapolres Minut Pantau Proses KBM di SMK Negeri 1 AirmadidiOperasi Zebra Hari ke-11, Polres Kepulauan Talaud Gelar Sosialisasi Prokes dan Bagikan Masker GratisBikin Onar Sambil Bawa Sajam di Pangkalan Ojek, Lima Pemuda Diamankan Polres BitungPolisi Amankan Lelaki DT, Tersangka Pelemparan Kendaraan yang Melintas di Jalan Raya Tomohon-TanawangkoOperasi Zebra Samrat, Polres Minsel Gelar Vaksinasi MobileKapolri Minta Jajaran Fokus Cegah Lonjakan Covid-19 saat Nataru dan Antisipasi Gangguan KamtibmasPolresta Manado Amankan Pelaku Penikaman di Pasar Buah CalacaPolri Gelar Lomba Orasi Unjuk Rasa Peringati Hari HAMItwasda Polda Sulut Rampungkan Audit Kinerja Tahap II TA 2021Polisi Ajak Warga Pulau Miangas Terapkan Prokes 5MGelar KRYD, Polisi Ajak Warga Beo Patuhi Prokes dan Ciptakan KamtibmasEdukasi Prokes, Tim UPRC Polres Minsel Razia Tempat Hiburan dan Lokasi KeramaianKapolres Minsel Ajak Warga Ikut Vaksinasi: Jangan Takut DivaksinKapolda Sulut Silaturahmi ke Rektor Unsrat Manado, ini yang DibahasKapolda Sulut Hadiri Apel Siaga PSDKP Tahun 2021 Dipimpin Menteri Kelautan dan Perikanan RITotosik Amankan Lelaki BAP, Tersangka Pengancaman dan Pengerusakan di TarataraJalin Sinergitas, Kapolres Kotamobagu AKBP Irham Halid Gelar Silaturahmi Kamtibmas Bersama ForkopimdaApel Perdana Kapolres Kotamobagu AKBP Irham Halid, Ini yang DisampaikanArahan di Polres Bitung, Kapolda Sulut: Jaga Kekompakan dalam BertugasRespons Cepat, Satlantas Polres Bitung Ungkap Tabrak Lari di Jalan 46Kapolres Minut Tinjau Gerai Vaksin on the Spot di Bundaran KauditanKapolda Hadiri Penutupan Konferensi Nasional FKUB ke-VI se-Indonesia di ManadoKapolres Kepulauan Talaud Pimpin Sertijab Kapolsek Beo dan Kukuhkan Sejumlah PejabatPolres Kepulauan Sitaro Ikuti Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pilkades Tahun 2021Kunjungan Perdana ke Polres Tomohon, ini Harapan Kapolda SulutPolres Tomohon Amankan Sindikat Penimbun BBM SolarPolisi Amankan Duo Kumbang, Tersangka Penganiayaan di KakaskasenTotosik Polres Tomohon Cegah Perkelahian di LansotIni Aksi Simpatik Bhabinkamtibmas Polsek Gemeh Brigadir Oscar DalitaPolres Minut Gelar KRYD Malam Akhir Pekan, Sasar Pelanggar Prokes dan Gangguan KamtibmasPolres Minsel Gelar KRYD Malam Minggu, Ciptakan Stabilitas Kamtibmas dan Edukasi Disiplin ProkesTim Tarsius Polres Bitung Amankan Dua Pencuri Komponen Excavator Senilai Ratusan Juta RupiahRadikalisme dan Terorisme Adalah Musuh BersamaDukung Program Pemerintah, Polsek Tareran Kawal Vaksinasi di Suluun TigaCegah Covid-19 dan Gangguan Kamtibmas, Polsek Tareran Gelar KRYD di Pasar 45Pemerintah Kecamatan dan Polsek Tareran Bagikan Masker Gratis untuk WargaPolisi Olah TKP Bunuh Diri di Aertembaga Dua BitungKapolri: SDM Harus Jadi 'Koki' Ciptakan Kompetensi Nilai Etika Personel yang Diharapkan dan Dipercaya MasyarakatPeduli Sesama, Polres Minsel Gelar Bakti Sosial Donor DarahPolsek Matuari Laksanakan Operasi Yustisi Prokes di Lima LokasiPolsek Tareran Amankan Vaksinasi Massal di Wuwuk Barat dan Suluun IV779 Personel Polda Sulut dan Jajaran Gelar Pengamanan Kunjungan Wapres RIPolisi Amankan 27 Anak Muda di Tomohon, Diduga Gelar Pesta Lem dan Praktek Prostitusi OnlineKapolresta Manado Pimpin Pelantikan Kabaglog dan Sertijab Kapolsek SingkilPolres Minsel Ajak Warga Pengunjung Pasar Ikut Program Percepatan VaksinasiPolsek Likupang Kawal Vaksinasi Massal di MarinsowKapolres Tomohon Pimpin Sertijab Wakapolres, Tiga Kasat, dan Kapolsek TombaririKP3 Polsek Beo Lakukan Pengawasan Prokes Terhadap Penumpang KapalPolisi Amankan Dua Pelaku Penipuan dan Penggelapan Bermodus Jual-Beli MobilGelar Razia, Polres Mitra Amankan Belasan Sepeda Motor Berknalpot Bising dan Sajam di RatatotokKapolda Sulut Irjen Pol Mulyatno Beberkan 12 Program PrioritasKapolda Sulut: Polisi Harus Memberikan KeteladananOps Zebra, Puluhan Personel Polres Minsel Turun ke Jalan Edukasi Prokes dan Tertib LalulintasPolres Minsel Latihan Simulasi Penangkapan Tersangka Kasus NarkobaWakapolsek Aertembaga Pimpin Operasi Yustisi Prokes di Winenet BitungPolisi Amankan 177 Liter Minol Berbagai Jenis di Kalawat dan AirmadidiKapolda Sulut Berikan Arahan Wawasan KebangsaanKapolda Sulut Pimpin Upacara Sertijab Karolog dan 5 KapolresTandatangani MoU dengan Kementan, Kapolri Siap Kawal Ketahanan Pangan Rakyat IndonesiaPolsek Tombariri Rutin Lakukan Operasi Yustisi Prokes Cegah Covid-19

ORANG TERHORMAT

20 Jun 2017 - 09:06
(Oleh: DR. Dra. Benedicta J. Mokalu, MSi / Sosiolog Unsrat)

(Oleh: DR. Dra. Benedicta J. Mokalu, MSi / Sosiolog Unsrat)

Agamawan dan Politisi sejatinya adalah profesi sangat terhormat di negeri ini. Mereka merupakan sumber inspirasi dan sumber berkat bagi bangsa ini. Sejak zaman perjuangan hingga kini,suara mereka didengar,kata-kata mereka jadi acuan kebijakan pemerintah,perilaku mereka ditiru banyak orang,sebagai kekuatan penekan lawan politik bahkan mampu menaklukan ‘politk keberagaman.’Semua ini telah tersaji sangat apik ketika berlangsung Pilkada DKI Jakarta. Menyikapi hiruk pikuk Pilkada DKI Presiden Jokowi blusukan menemui ‘Orang Terhormat’ yakni tokoh-toko agama dan tokoh-tokoh politik. Untuk apa? Berbincang-bincang masalah bangsa,mencegah disintegrasi bangsa lalu dilanjutkan dengan makan bersama di Istana.” Mengapa demikian?
Pertama,Jokowi meneguhkan kembali bahwa inilah alam Indonesia yang selalu menaruh rasa hormat kepada Orang Terhormat. Predikat terhormat dari sisi pendekatan sosiologis lebih sebagai bentuk pengakuan masyarakat (sosial) akan semua citra suksesnya sepanjang proses interaksi. Idealnya,mereka adalah orang yang  sudah lulus ujian dalam proses bersejarah,punya kemampuan,punya daya tahan uji menghadapi perubahan sosial.
Kedua, bangsa ini masih menaruh ‘berjuta harapan’ agar Orang Terhormat masih tetap menjadi cermin dalam tutur kata dan tindakan. Tak heran kepada mereka dikenakan berupa kata-kata dengan muatan sangat ideal,seperti; manusia super,mampu mengotrol tutur kata dengan sangat terukur,punya tingkat kepekaan sangat tinggi,sebagai negarawan sejati,punya system filterisasi terhadap godaan sehingga tahan uji,sangat tidak pantas jadi pesakitan apalagi harus  masuk bui.
Hanya saja kadang-kadang Orang Terhormat tersebut terbuai dengan semua bentuk sanjungan dan bergelimpahan berkat yang membuatnya terlena,lupa dengan jati diri, lupa bahwa dirinya masih manusia biasa. Kesombongan diri telah menjerat Orang Terhormat sehingga melampaui batas-batas kesadaran dan batas-batas kewajaran dengan mendewakan dirinya. Padahal,sebagai manusia biasa pada titik tertentu tidak akan mampu mengalahkan semua bentuk dorongan,rangsangan,hawa nafsu atas nama sejumlah uang,serta rupa-rupa bentuk kekilafan lainnya. Tetapi apa daya,demi menegakkan hukum bahwa semua orang sama di depan hukum, sekalipun Orang Terhormat tersebut pada zamannya punya nama besar, punya pengikut banyak,punya jutaan relawan siap mati sahid.
Fakta sebagian Orang Terhormat di negeri ini ketika harus berhadapan dengan hukum mencari-cari alasan pembenaran sebagai upaya melawan hukum. Kalau perilaku Orang Terhormat seperti ini,apa yang bisa diharapkan? Jelas,negeri ini tidak butuh orang dengan perilaku seperti ini. Sebagai bangsa tidak boleh permisif terhadap siapapun,apalagi terbelenggu dengan perilaku dari orang atau sekelompok orang yang tidak mau taat aturan dalam tutur kata, dalam tindakan,serta dalam cara berpikir. Untuk itu, butuh tindakan bersama dengan tidak memberi ruang sejengkalpun bagi mereka untuk menanamkan pengaruhnya di tengah masyarakat bangsa. Oleh karena itu, kita harus berani tertibkan semua bentuk perilaku aneh yang bersifat massif di tengah masyarakat,seperti; tangkap dan laporkan ke Polisi mereka yang kumpulkan proposal ketika Pilkada dengan alasan membangun rumah ibadah,tokoh-tokoh agama jangan melacurkan diri ketika musim Pilkada,berani bertanya dan berani menolak pemberian dari siapapun dan dengan alasan apapun terutama dari pejabat dan pengusaha, harus merasa terhina dan melaporkan mereka yang memberi uang atau benda kepada Polisi, menolak menggunakan medsos untuk penyebaran kebencian,melaporkan kepada Polisi mereka yang menggunakan mimbar agama untuk memusuhi orang yang tidak sepaham,dllnya.”
Di tengah hingar bingar semarak perilaku yang tidak terhormat ini kiranya mampu memacu semangat juang,semangat kebersamaan meraih cita-cita bersama. Saat ini kita lebih butuh demokrasi ekonomi yang stabil dan mapan sebagai pengejawantahan cita-cita proklamasi 45. Perilaku transaksional dalam bentuk dan motif apapun baik sebagai penerima atau pemberi harus ditindak tegas demi terbangunnya rasa keadilan. Artinya,jika saja masih ada sikap kritis yang terbudaya dalam pola pikir maka idealnya harus mengantisipa agar tidak terjebak dalam praktek gratifikasi atau bentuk cuci uang lainnya. Karena hanya dengan penegakkan keadilan dan terutama kesadaran mau menolak semua pemberian sehingga kita mampu membersihkan semua praktek transaksional dan terutama diharapkan good governance dan urusan pelayanan public yang merata menjadi lebih baik seperti Negara Cina.
Kesemrawutan tata kelolah negara berdampak multi efek dan rasanya belum hilang dari ingatan kita dimana tokoh politik muda warisan reformasi seperti Nazarudin CS, kader terbaik dari Partai Demokrat usia dalam berpolitik hanya seumuran jagung. Selama sepuluh tahun masa kekuasaan SBY, program infrastruktur telah menjerat banyak elit politik sebagai pesakitan. Sulit dibayangkan 42 anggota DPR-RI harus masuk jeruji besi karena korupsi proyek infrastruktur. Tak hanya itu saja,ternyata ‘mahar politik’ yang sangat mahal mendorong Legislator dan pejabat Eksekutif tenggelam dalam kubangan lumpur korupsi. Bahkan hingga kini menyeret nama besar tokoh pejuang reformasi sekelas Amin Rais. Menurut Jaksa KPK ada duit haram sebesar Rp 600 juta yang masuk ke rekening Amien Rais. Bukan hanya satu kali transfer, tapi sebanyak enam kali transfer, masing-masing sebesar Rp 100 juta. Kisah keterceburnya Sang Legenda Reformasi ke dalam kubangan uang haram melahirkan multi tafsir. Salah satu isu di antaranya adalah ‘Pengalihan Isu Politik.’
Benarkah isu politik serta isu-isu lain yang bergulir liar sebagai babak baru bangsa ini menjelang Pilpres 2019? Apa yang terjadi bukan soal benar atau tidak benar,akan tetapi lebih sebagai sebuah fakta bahwa bangsa kita sepertinya sudah terbiasa dengan hingar bingar politik jalanan,politik kabar burung,politik salah sangka dan politik salah tafsir. Kondisi seperti ini sebagai pembenaran bahwa kualitas perpolitikan kita belum mengedepankan Rasa Sebangsa karena lebih mengedepakan ‘Rasa Suku dan Rasa Agama.’ Oleh karena itu ada pendapat mangatakan bahwa demokrasi kita belum berlandaskan pada aspek rasionalitas, yakni dengan terlebih dahulu menelaah duduk masalah sebelum melakukan sebuah tindakan dan terlebih program kerja. Contoh: Orang rajin berdemo karena ada himbauan dari rumah ibadah. Orang mau tawuran karena membela teman padahal belum ketahui duduk masalah. Orang menyerang rumah ibadah atau kelompok lain hanya karena Hoax,dllnya.
Benar bahwa hampir setiap demo di negeri ini peran langsung Orang Terhormat rupanya tidak pernah nampak jelas. Mereka oleh kecerdikannya selalu ada di belakang layar.Namun, harus disukuri oleh karena setiap kali demo selalu berakhir dengan suka cita,tidak terjadi gesekan berarti. Hanya saja patut ditanyakan juga,apakah ini murni berkat kesadaran berdemokrasi,kesadaran berbangsa dan bernegara atau karena adanya pengamanan dari pihak keamanan super ketat? Kalau Orang Terhormat saja tidak pernah berani menampakan muka,maka sama saja mempermaikan arah dan tujuan demokrasi supaya hilang jejak. “Bagaimana menurut anda?” Disilahkan semua orang menjawab sesuai persepsi dan asumsi masing-masing. Namun,satu hal pasti bahwa Pilkada DKI dengan bintang utama Ahok sudah usai. Ahok dengan lapang dada menerima hukuman 2 tahun keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara dan menarik banding yang diajukannya ke Pengadilan Tinggi Jakarta. Sikap Ahok ditanggapi beragam sebagai Negarawan dan pencitraan. Tetapi yang terpenting suasana DKI sudah mulai kondusif,sudah tidak ada lagi orang demo pro atau kontra.
Pilkada di Indonesia merupakan pesta demokrasi,murni peristiwa politik. Singkat kata Pilkada adalah murni pertarungan Orang Terhormat untuk meraih kekuasaan atau mempertahankan kekuasaan dengan cara-cara Terhormat. Bagi sebagian masyarakat bukan politisi rasanya kurang penting untuk dipikirkan. Hanya saja yang patut disayangkan akhir-akhir ini nasib Orang Terhormat mulai diutak atik akan kualitas ke-Negarawannya dan patut disayangkan karena mulai menuai hujatan Pencitraan mengalir kian deras.

Bagikan :

KOMENTAR